Subscribe

Kamis, 24 Juli 2008

Mikrotik OS

MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi dan yang dapat digunakan untuk
menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur
lengkap untuk network dan wireless, salah satunya adalah bandwidth manajemen.
Saya coba mengulas cara2 paling awal untuk setting mikrotik untuk BW manajemen.
—– read —–

1. Install Mikrotik OS
1. Siapkan PC, minimal Pentium II juga gak papa RAM 64,HD 500M atau pake
flash memory 64
2. Di server / PC kudu ada minimal 2 ethernet, 1 ke arah luar dan 1 lagi ke Network
local yg akan di manage BWnya
3. Burn Source CD Mikrotik OS masukan ke CDROM
4. Boot dari CDROM
5. Ikuti petunjuk yang ada, gunakan syndrom next-next dan default
6. Install paket2 utama, lebih baiknya semua packet dengan cara menandainya
(mark)
7. Setelah semua paket ditandai maka untuk menginstallnya tekan “I”
8. Lama Install normalnya ga sampe 15menit, kalo lebih berarti gagal, ulangi ke step
awal
9. Setelah diinstall beres, PC restart akan muncul tampilan login

2. Setting Dasar Mikrotik
Langkah awal dari semua langkah konfigurasi mikrotik adalah setting ip. Hal ini
bertujuan agar mikrotik bisa di remote dan dengan winbox dan memudahkan kita untuk
melakukan berbagai macam konfigurasi
1. Login sebaga admin degan default password ga usah diisi langsung enter
2. Setelah masuk ke promt ketikkan command:
[ropix@GblSdd] > ip address add address=222.124.21.26/29 interface=ether1
3. Gantilah dengan ip address anda dan interface yg akan digunakan untuk
meremote sementara
4. Lakukan ping ke dan dari komputer lain
5. Setelah konek lanjutkan ke langkah berikutnya, kalo belum ulangi langkah 2

3. Setting Lanjutan
1. Akses ip mikrotik lewat browser, maka akan muncul halaman welcome dan login
2. Klik link Download it untuk download winbox yg digunakan untuk remote
mikrotik secara GUI
3. Jalankan winbox, login sebagai admin password kosong
4. Masuklah ke menu paling atas (interface), tambahkan interface yg belum ada
dengan mengklik tanda +
5. Tambahkan pula interface “bridge” untuk memfungsikan mikrotik sebagai bridge

4. Setting Bandwidth limiter
1. Klik menu ip>firewall>magle
Buat rule (klik tanda + merah) dengan parameter sbb:
Pada tab General:
Chain=forward,
Src.address=192.168.0.2 (atau ip yg ingin di limit)
Pada tab Action :
Action = mark connection,
New connection mark=ropix-con (atau nama dari mark conection yg kita buat)
Klik Apply dan OK
Buat rule lagi dengan parameter sbb:
Pada tab General: Chain=forward,
Connection mark=ropix-con (pilih dari dropdown menu)
Pada tab Action:
Action=mark packet,
New pcket Mark=ropix (atau nama packet mark yg kita buat)
Klik Apply dan OK
2. Klik menu Queues>Queues Tree
Buat rule (klik tanda + merah) dengan parameter sbb:

Pada tab General:
Name=ropix-downstrem (misal),
Parent=ether2 (adalah interface yg arah keluar),
Paket Mark=ropix (pilih dari dropdown, sama yg kita buat pada magle),
Queue Type=default,
Priority=8,
Limit At=8k (untuk bandwidth minimum)
Max limit=64k (untuk seting bandwith brustable)
Klik aplly dan Ok
Buat rule lagi dengan parameter sbb:
Pada tab General:
Name=ropix-Upstrem (misal),
Parent=ether1 (adalah interface yg arah kedalam),
Paket Mark=ropix (pilih dari dropdown, sama yg kita buat pada magle),
Queue Type=default,
Priority=8,
Limit At=8k (untuk bandwidth minimum upstrem)
Max limit=64k (untuk seting bandwith brustable)
Klik aplly dan Ok
3. Cobalah browsing dan download dari ip yg kita limit tadi, Rate pada Queues rule tadi
harus mengcounter, kalo belum periksa lagi langkah- langkah tadi
4. Icon hijau menandakan bandwidth kurang dari batasan, Icon berubah kuning berarti
bandwidth mendekali full dan merah berarti full.

Cara Mudah Belajar Linux

Seringkali orang takut untuk mulai belajar Linux karena menurut pandangan banyak orang, Linux merupakan sesuatu yang susah untuk dipelajari. Padahal hal tersebut salah, semuanya hanya bergantung pada faktor kebiasaan saja. Tips berikut akan memberikan beberapa usulan cara mudah untuk memulai mempelajari Linux, terutama bagi orang-orang yang sudah terbiasa menggunakan sistem operasi lain seperti DOS atau Windows.—- Read —-
Perintah DOS di Linux
Pada waktu bekerja menggunakan console Linux, mungkin hal ini mengingatkan kita pada DOS, seringkali kita jadi terbawa untuk mengetikkan perintah-perintah DOS, tentu saja jika dilakukan akan terjadi error, misalnya perintah:

# cd..

pada DOS, hal ini dapat berjalan, tetapi pada Linux perintah ini akan menghasilkan error karena cd pada Linux adalah sebuah program, sehingga parameter yang mengikuti program harus dipisahkan oleh spasi.

Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan perintah alias, perintahnya adalah sebagai berikut:

# alias cd..= “cd .. “

perintah alias diatas akan menerjemahkan perintah cd.. (tanpa spasi) menjadi cd .. (dengan spasi). Supaya perintah tersebut tetap ada sewaktu komputer di restart, masukkan perintah tersebut kedalam file .bashrc (dot bashrc) anda, tanda dot di depan nama file menandakan bahwa file tersebut hidden.

Gunakan editor favorit anda untuk mengedit file tersebut, kemudian tambahkan baris berikut:

alias dir=”ls”
alias cd/=”cd /”
alias cd~=”cd ~”
alias cd..=”cd ..”
alias md=”mkdir”
alias rd=”rmdir -i”
alias rm=”rm -i”

tambahkan alias lain yang anda inginkan dengan format seperti diatas.

Sumber-sumber di Internet
Ada banyak sekali situs di Internet yang berisi tentang Linux, sebagai awal untuk belajar Linux, ada beberapa situs yang layak untuk dikunjungi, yang pertama adalah The Linux Documentation Project (http://www.tldp.org) yang terkenal dengan HOW-TO nya yang berisi tutorial tentang topik-topik tertentu di Linux.

Situs berikutnya adalah Linux Newbie (http://www.linuxnewbie.org) yang berisi tutorial Linux dengan bahasa awam sehingga relatif lebih mudah untuk dipahami bagi pemula. Bagi yang suka chatting, Linux Newbie juga memiliki sebuah channel yang bernama #linuxnewbie pada server Ef Net.

Menggunakan man pages
linux memiliki sebuah manual yang bernama man pages yang berisi petunjuk cara penggunaan sebuah perintah, untuk memanggilnya, gunakan perintah:

# man

misalnya kita ingin mempelajari perintah ls, maka ketikkan perintah:

# man ls

perintah tersebut akan menampilkan petunjuk penggunaan perintah ls, untuk menggulung layar keatas bawah, gunakan tombol panah atas dan bawah, sedangkan untuk keluar, gunakan tombol q.

Belajar dari direktori /etc
direktori /etc adalah direktori tempat dimana program di Linux biasa menyimpan file konfigurasinya. Sebagian besar dari file konfigurasi tersebut dilengkapi dengan keterangan yang dapat dipelajari. Untuk mengetahui asal usul sebuah file, cobalah menggunakan perintah man diatas untuk mengetahui file apakah itu.

Memahami Perintah Dasar Linux

Secara umum perintah-perintah Linux dan UNIX memiliki sintaks sbb :
perintah [option...] [argumen...]
Option merupakan pilihan yang dapat kita gunakan untuk memberikan hasil tertentu dari suatu perintah.
Argumen umumnya merupakan sesuatu yang akan diproses oleh perintah, misalnya nama file atau nama direktori.
Tanda [ ] merupakan simbol bahwa option dan argumen tidak harus selalu digunakan dalam menjalankan perintah.
Tanda titik-titik menandakan bahwa baik option dan argumen dapat lebih dari satu.
Seluruh perintah dalam Linux dan UNIX bersifat case sensitive, jadi perintah LS akan dianggap berbeda dengan ls.
Sekarang kita mulai dengan perintah-perintah dasar yang umum digunakan dalam Linux:

—- read —-
ls
Perintah ini merupakan perintah untuk menampilkan isi suatu direktori. Perintah ini mirip seperti perintah dir dalam DOS.
Ada beberapa cara untuk menggunakan perintah ini, misalnya :
# ls
# ls -l
Untuk mengetahui lebih lengkap tentang perintah ls, silakan lihat di manual dengan perintah man ls.
more
Perintah more dapat digunakan untuk melihat isi suatu file teks dengan layar per layar. untuk keluar dari tampilan more dengan menekan tombol q.
cat
Perintah ini digunakan untuk menampilkan isi file ke layar tanpa fasilitas tampilan layar per layar.
Biasanya digunakan bersamaan dengan pipeline atau redirection. Misal untuk menampilkan isi file /etc/passwd dan /etc/group, gunakan perintah :
# cat /etc/passwd /etc/group
cd
Perintah ini mirip seperti perintah cd dalam DOS yaitu digunakan untuk pindah ke direktori tertentu. Contoh perintah :
# cd /home/adje
Untuk menuju kembali ke direktori /home, maka digunakan perintah :
# cd ..
cp
Perintah ini digunakan untuk mengkopi suatu file atau direktori. misalnya :
# cp contoh1 contoh2
Perintah di atas maksudnya akan mengkopi contoh1 ke file contoh2. Untuk mengkopi seluruh direktori menggunakan perintah :
# cp -R /home/adje /home/afri
mv
Perintah ini digunakan untuk memindahkan suatu file ke lokasi lain atau dengan nama lain. Contoh :

# mv contoh1.php contoh2.php
#mv contoh1.php /home/adje/contoh2.php
rm
Perintah ini digunakan untuk menghapus direktori atau file. Perintah ini mirip dengan perintah del dalam DOS. Dalam menggunakan perintah ini agar hati-hati karena dalam Linux tidak ada perintah undelete atau unerase. Contoh penggunaan rm sbb :
#rm contoh1.php
Untuk menghapus suatu direktori gunakan perintah :
#rm /home/adje/temp
mkdir
Perintah ini digunakan untuk membuat direktori. Misalnya :
#mkdir contoh
Pipeline
Pada Linux dan UNIX, hasil keluaran suatu proses program dapat diberikan sebagai input pada proses lainnya. Contohnya :

#ls -l /home/adje | more
grep
Perintah grep digunakan untuk men-filter masukan dan menampilkan dalam bentuk baris-baris yang sesuai dengan pola yang anda inginkan. Contoh :

# ps ax |grep wvdial
Redirection
Di dalam Linux atau UNIX, anda dapat membelok-belokkan standar input, output ataupun standar error menuju tujuan lain.
Misalnya anda dapat membelokkan standar output suatu program ke file atau membelokkan standar input suatu program dari suatu file.
Proses pembelokkan ini disebut redirection dan di *NIX digunakan simbol > (untuk membelokkan standar output ke file) dan simbol < (untuk membelokkan standar input dari file). Contoh :

Untuk menyimpan tampilan isi seluruh directori /etc ke sebuah file, gunakan perintah :

#ls -lR /etc > isi-etc
Untuk menambahkan isi file isi-etc dengan data lain, gunakan simbol >> (append) pada redirection, misal :

#ls -lR /home/adje >> isi-etc

Untuk membuat perintah mensortir data yang terdapat pada file contoh.txt dapat digunakan perintah :

#sort <>

Perintah Linux Beserta Kegunaannya

cd x atau cd /x = masuk ke direktori x
cd .. atau cd ../ atau cd/..
= pindah ke direktori satu level di bawah
x lalu [tab] [tab] == berguna untuk mengetahui perintah apa saja yang tersedia yang berawalan huruf x
adduser = untuk menambahkan user baru
ls atau dir
= untuk melihat isi suatu direktori
cat
= untuk melihat isi dari suatu file text
mv x y
= untuk memindahkan atau merename file x ke file y
cp x y = untuk mengkopi file x ke file y
rm x
= untuk menghapus file x
mkdir x
= untuk membuat direktori x
rmdir x
= untuk menghapus direktori x
rm -r x
= untuk menghapus direktori x beserta seluruh isinya
rm p
= untuk menghapus paket tertentu
df atau df x
= untuk mengetahui space kosong dalam device x
top
= untuk mengetahui status memori (tekan q untuk quit)
man x
= untuk mengetahui keterangan manual dari suatu perintah
less x
= untuk melihat isi dari suatu file text
echo x
= untuk mencetak isi dari suatu file x ke screen
mc = untuk menghidupkan Norton Commander dalam Linux (sangat berguna dan
memudahkan bagi newbie)
moun
t
= untuk menghidupkan suatu device spt cdrom
halt
= untuk shutdown
reboot atau [ctl + alt + del]
= untuk reboot

—- read —-
chmod = untuk mengubah permission suatu file
ls -l x = untuk melihat isi suatu direktori secara rinci
ln -s x y
= untuk membuat link dari suatu file x ke file y
find x -name y -print
= untuk menemukan file y, dengan mencari mulai dari direktori x dan tampilkan hasilnya pada layar
ps
= untuk melihat seluruh proses yang sedang berjalan
kill x
= untuk mematikan proses x (x adalah PID di dalam ps)
[alt] + F1 - F7 == untuk berpindah dari terminal 1 - 7 (ciri khas Linux)
lilo
= untuk membuat boot disk

startx = untuk menjalankan X-Windows
[ctl] + [alt] + [backspace] == untuk keluar dari X-Windows jika terjadi trouble
[ctl] + [alt] + F1 - F6
= untuk pindah dari satu terminal ke terminal lain dalam X-Windows
xf86Config
= untuk mengeset X (primitif) dalam text mode
Xconfigurator
= sama seperti di atas

Dasar-Dasar Linux Bagi Desainer Web

Dasar-Dasar Linux Bagi Desainer Web

Bagian: 1—Pendahuluan

Tingkat: Dasar

Tujuan: Setelah membaca tutorial ini, pembaca diharapkan mendapat gambaran seperti apa Linux itu dan mengapa banyak server Internet menggunakan Linux sebagai sistem operasinya.

Abstrak: Manfaat Linux, sejarah singkat Unix dan Linux, perbedaan Unix dan Linux, bagaimana cara telnet/SSH ke server Linux menggunakan program Putty.

Prasyarat: Tidak ada.
Pendahuluan

Tutorial ini ditulis dengan tujuan spesifik, yaitu memperkenalkan penggunaan fasilitas Telnet/SSH bagi para desainer Web yang memiliki account hosting di server berbasis Unix/Linux. Namun materi dan gaya penyampaian dalam tutorial ini dibuat cukup generik agar dapat menjadi sebuah bacaan umum pengantar Linux bagi pemula.

Jika Anda seorang desainer Web yang sehari-hari bekerja di Windows namun harus berurusan dengan hosting berbasis Linux, maka tutorial ini untuk Anda. Namun pembaca yang awam dengan Linux pun dapat menggunakan tutorial ini untuk mengenal apa itu Linux, mengapa orang menyukainya, dan bagaimana menggunakan sistem operasi yang satu ini.

Setelah seri tutorial ini rampung Anda baca, Anda akan menemukan empat mutiara Unix/Linux yang membuat Anda mengetahui rahasia dan jatidiri Unix/Linux yang sesungguhnya. Mutiara-mutiara ini akan membantu Anda memahami mengapa bentuk dan kelakuan Linux seperti yang ada saat ini. Sudah siap menjadi desainer Web plus yang mengerti tool yang umumnya hanya digeluti para programer ini? Mari kita lanjutkan.

Catatan: tutorial ini tidak mencakup pembahasan instalasi dan konfigurasi Linux. Diasumsikan Anda telah mempunyai username dan password untuk login ke sebuah sistem Linux yang telah ada. Jika Anda ingin memiliki Linux sendiri di rumah, maka Anda harus menginstal Linux dengan menyediakan sebuah PC lain atau membagi partisi harddisk. Rata-rata CD distribusi Linux yang ada sekarang seperti RedHat 7.2 atau Mandrake 8.1 telah cukup mudah diinstal sehingga bisa Anda coba langsung sendiri; cukup masukkan CD ke dalam CD ROM, reboot komputer, lalu ikuti petunjuk instalasi grafisnya dari awal hingga selesai. Selesai diinstal, Anda dapat membaca manual atau bertanya di forum/milis Linux seputar masalah konfigurasi. Tutorial ini sendiri akan berasumsi Linux Anda sudah siap digunakan.
Mengapa Linux?

Bagian ini mungkin akan membosankan, boleh Anda lewat.

Meski rata-rata pemakai komputer hanya menggunakan Windows di PC desktop atau laptop mereka, praktis semua webhosting lokal menyediakan layanan berbasis Linux. Rata-rata malah hanya memiliki server Linux. Segelintir saja webhosting yang pengguna FreeBSD atau menawarkan hosting berbasis Windows NT/2000. Sebetulnya apa alasan mereka hingga pilihan jatuh pada Si Penguin?

Administrasi jarak jauh dan stabilitas. Alasan paling utama, menurut saya, adalah kemudahan administrasi jarak jauh dan stabilitas. Seperti kita ketahui, mesin webhosting umumnya tidak terletak di rumah atau kantor pemilik webhosting itu sendiri, melainkan ditaruh bersama server-server lainnya di ISP atau data center yang terhubung dengan jalur koneksi berkecepatan tinggi. Ini artinya, mesin tersebut harus dapat diatur dari jarak jauh melalui jaringan Internet. Masa ingin bolak-balik ke ISP—yang mungkin saja beda kota, pulau, negara? Sebuah mesin Unix/Linux amatlah natural dalam hal ini, sebab sejak zaman dahulu telah tersedia fasilitas telnet. Lewat telnet, seorang admin akan diberikan interface shell yang sama dengan jika ia berada di depan komputer secara fisik. Karena telnet ini berbasis teks, maka ia amat irit bandwidth. Lewat telnet/SSH, seorang admin dapat mengatur misalnya hingga belasan server langsung dari rumahnya sendiri. Semua perintah yang umum diperlukan, mulai dari menjalankan program, melihat status, manajemen pemakai, file, jaringan, mendownload/upload file dapat dilakukan melalui telnet. Hanya hal-hal tertentu saja yang butuh kehadiran fisik, seperti menekan tombol Power/Reset di casing CPU atau menukar harddisk/CD.

Windows NT memang memiliki RAS. Windows 2000/XP memiliki Terminal Services. Kita bahkan dapat menambahkan kemampuan telnet/SSH di Windows lewat program terpisah. Tapi apa yang bisa kita lakukan terhadap Windows melalui shell COMMAND.COM/CMD.EXE secara relatif jauh lebih terbatas ketimbang apa yang bisa kita lakukan terhadap sistem Unix lewat interface telnetnya. Windows pada dasarnya berpijak di atas konsep GUI (Graphical User Interface), yang lebih tidak alamiah atau boros bandwidth untuk diatur lewat jarak jauh. Program administrasi remote grafis seperti PC Anywhere atau Back Orifice saat ini terlalu lambat untuk bisa dipakai di Internet dan hanya cocok di lingkungan LAN berkecepatan tinggi. Telnet berbasis teks sendiri sudah cukup nyaman dipakai di atas koneksi modem dialup biasa.

Linux juga, bila dikontraskan dengan Windows 98 atau Me, lebih stabil dan jarang crash atau harus direstart jika terjadi perubahan atau penambahan program. Sistem operasi seperti Win Me jelas-jelas tidak layak menjadi sebuah server. Selain fasilitas multiuser yang praktis tidak ada, sistem operasi ini juga tidak stabil. Padahal sebuah server produksi harus berjalan terus-menerus dan mungkin diakses banyak orang sekaligus. Seringnya crash atau downtime pasti akan sangat menyusahkan.

Keterbukaan dan fleksibilitas. Linux dan Windows dapat dianalogikan dengan bahan makanan mentah dan hidangan jadi. Di Linux, banyak program tersedia dalam bentuk source code (kode asli atau sumber yang dipakai untuk menghasilkan program jadi) dan dapat diubah-ubah lalu dikompilasi ulang. Sementara Windows muncul di hadapan Anda sudah dalam bentuk tinggal pakai. Memakan “kue” Windows memang cepat dan praktis, tapi dalam kasus tertentu seseorang mungkin butuh meramu sendiri tepung terigu, telur, gula, dan bahan-bahan lainnya dalam komposisi berbeda, atau dengan tambahan/pengurangan komponen tertentu. Tentu saja sistem operasi Windows juga terdiri dari komponen-komponen, tapi dengan tersedianya source code, Anda dapat mempreteli habis Linux atau program-programnya sampai bentuk dan kelakuan mereka berbeda sesuai kebutuhan khusus tertentu.

Keamanan. Ini juga termasuk faktor penting dan penentu. Memang keamanan menjadi tanggung jawab admin dan pemakai juga, namun faktanya adalah kebanyakan admin Unix/Linux yang baik mengenal sistem operasinya dengan lebih dalam ketimbang seorang admin Windows. Tentunya ini dipengaruhi juga sifat keterbukaan dan fleksibilitas Linux, yang mengizinkan seseorang untuk mengoprek sepuas-puasnya untuk mengenal Linux luar dan dalam. Semakin dikenal baik, tentunya akan semakin diketahui kelemahan dan bolongnya, sehingga diketahui cara-cara mengamankan dan menutupi lubangnya.

Saya juga berpendapat bahwa Windows didesain dengan tujuan kemudahan di atas keamanan, jadi bisa ditebak dari sini bahwa jika tidak diurus dengan benar, sistem Windows akan cenderung lebih permisif dan terbuka bagi orang lain untuk ditembus lalu disalahgunakan.

Harga. UUD, Ujung-Ujungnya Duit. Perlu Anda ingat bahwa sebuah server resmi untuk bisnis tidak bisa menggunakan software dari CD bajakan Mangga Dua atau dari hasil crack sebuah download trial. Windows NT/2000, SQL Server, Exchange, dsb. jika ditotal harganya dapat mencapai jutaan rupiah—apalagi jika jumlah koneksi simultan atau jumlah pemakai yang ingin didukung banyak, sebab lisensi semakin mahal untuk banyak pemakai. Tidak semua orang atau perusahaan kecil kuat membeli produk dengan harga tersebut, maka banyak dari mereka yang melirik Linux. Linux tidak menguras kantong karena harganya gratis. Namun perlu dicatat bahwa, bergantung pada kondisi tertentu, biaya total kepemilikan dengan Linux bisa saja lebih rendah atau lebih tinggi. Selain biaya software, masih ada biaya hardware, maintenance, dan manusia. Seperti kita ketahui, harga pasaran gaji admin Unix lebih tinggi daripada admin Windows, karena skill yang dituntut untuk mengurus sistem Unix lebih tinggi.
Apa beda Unix dan Linux?

Bagian ini juga mungkin membosankan, boleh Anda lewat.

Dari tadi saya berkali-kali menulis Unix/Linux. Memangnya Unix dan Linux itu berbeda ya? Ya. Keduanya berbeda, tapi punya hubungan yang erat. Kita lihat sejenak sejarah kedua sistem operasi ini.

Unix sebetulnya telah ada sejak lebih dari 3 dasawarsa lalu—baru-baru ini Unix saja merayakan ulang tahunnya yang ke-30. Ini berarti jauh sebelum Apple atau Macintosh atau Windows lahir, yang berarti jauh sebelum Bill Gates kaya raya seperti saat ini.

Sejarah Unix panjang dan berliku-liku, mungkin jika dijabarkan akan memakan tempat satu buku tebal tersendiri. Cukuplah disebutkan di sini bahwa Unix pertama kali dibuat di Bell Labs, sebuah unit riset dan pengembangan di bawah AT&T (dan sekarang di bawah Lucent) untuk komputer mini PDP dan VAX. Versi terakhir yang ditulis Bell Labs sendiri adalah versi ketujuh (V7), 1979. Sejak 1974 Universitas of California, Berkeley, menggunakan Unix, dan sejak 1977 juga mulai mengembangkan Unix-nya sendiri (BSD). Sepanjang sejarahnya, Unix telah dikembangkan oleh berbagai vendor dan telah hadir dalam berbagai rupa dan rasa. Tidak semuanya gratis, tidak semuanya saling kompatibel. Unix popular karena portabel—ditulis dalam bahasa tingkat tinggi C sejak 1973 dan bukan assembly, sehingga mudah dipindahkan antararsitektur komputer—serta memiliki konsep sederhana dan elegan.

Linux sendiri baru muncul tahun 1991 dari tangan seorang mahasiswa Finlandia bernama Linus Torvalds. Ini berarti setelah Apple dan Macintosh dan NT, dan sudah pasti setelah Bill Gates kaya raya. Saat itu Linus bermain-main dengan Minix, sebuah sistem Unix untuk PC berbasis Intel. Karena berbagai keterbatasan Minix, maka Linus memutuskan untuk menulis sistem operasi sendiri! Maka lahirlah Linux. Sejak awal Linux telah dikembangkan oleh para peminatnya di seluruh dunia, karena sejak versi 0.02 telah dirilis di newsgroup Internet. Saat ini kernel (inti sistem operasinya itu sendiri) Linux telah mencapai versi 2.4, dan puluhan distro (kemasan Linux beserta program-porgram aplikasi) serta bisnis seputar Linux telah berkembang pesat. Linux popular karena alasan-alasan yang telah kita bahas sebelumnya tadi: gratis, berlisensi GPL, dan memiliki fitur-fitur seperti halnya Unix lain.

Jadi bisa dibilang Unix adalah keluarga sistem operasi, sementara Linux adalah sebuah tiruan Unix (Unix clone). Linux bisa digolongkan sebagai sebuah sistem Unix.

Unix dan Linux barangkali bukan sistem operasi yang paling superior dari segi teknik. Dulu Unix adalah upaya ulang yang lebih sederhana dari sebuah proyek ambisius bernama Multics. Unix juga pertama kali dibuat untuk dijalankan di komputer mini, bukan mainframe yang tercanggih pada waktu itu. Linux sendiri masih menggunakan arsitektur kernel monolitik ketimbang memakai sistem mikrokernel seperti Mach dan NT, yang secara teoritik lebih modular dan fleksibel. Namun Unix dan Linux tetap popular dan berkembang karena simplisitas. Karena jalan.
Persiapan Login

Oke, pertama-tama kita akan masuk, atau login, ke sistem Linux. Karena Unix dan Linux adalah sistem operasi multiuser, maka sebelum menggunakannya kita harus selalu memperkenalkan diri dulu dan masuk sebagai salah satu user yang dikenal. Berbeda sekali dengan sistem Windows 98 atau Win Me yang Anda pakai; jika sedang tak ingin login, cukup tekan Escape pada saat muncul kotak dialog Windows Logon. Atau jika ingin membuat user baru, cukup berikan username yang belum pernah dimasukkan sebelumnya. Di Unix pesan login ini tidak bisa di-escape begitu saja. Anda wajib membuktikan identitas diri dulu lewat username dan password.

Dalam tutorial ini katakanlah username Anda steven dan passwordnya worldDomination. Hostname tempat Anda login adalah builder.sloki.com.

Jika server Linux menjalankan SSH, maka ada baiknya kita melakukan koneksi lewat SSH dan bukan telnet biasa. SSH adalah pembungkus enkripsi dari telnet. Dengan SSH, username dan password yang Anda ketikkan serta perintah dan data yang mengalir dari komputer Anda ke server atau sebaliknya akan dienkripsi dulu oleh protokol SSH. Enkripsi ini penting untuk keamanan, karena jalur komunikasi dapat disadap. Dengan penyandian atau enkripsi, meskipun disadap namun si penyadap tidak dapat mengerti isi pesan. Contoh enkripsi komunikasi lain adalah GSM di handphone yang Anda pakai sehari-hari, atau SSL/https yang sering Anda lihat di Web.

Bagaimana mengetahui server mendukung SSH atau tidak. Mudah saja. Kita gunakan program client telnet/SSH dan mencoba dulu mode SSH. Jika gagal, terpaksa kita menggunakan mode telnet polos—yang tidak dienkripsi. Program client yang bisa digunakan antara lain telnet.exe yang telah tersedia di Windows (hanya bisa mode telnet) atau Putty (mendukung telnet dan SSH). Putty disediakan di CD majalah. Dobel klik ikon atau program Putty dan akan muncul kotak dialog seperti di Gambar 1. Isikan hostname server Linux dan pilih Protocol SSH. Lalu tekan tombol Open. Anda harus sudah terkoneksi dengan Internet tentunya.

Jika muncul pesan Connection Refused seperti di Gambar 2, ini berarti tidak ada program SSH yang mendengarkan di sisi server. Kemungkinan server Linux tersebut tidak mendukung SSH. Tapi ada kemungkinan juga SSH dipasang di port lain. Jika tidak yakin, sebaiknya hubungi admin server Linux atau layanan teknis webhosting ybs.

Jika semua lancar, maka Anda akan melihat prompt login seperti di Gambar 4. Mungkin juga, pertama kali Anda akan melihat dulu pesan peringatan seperti di Gambar 3. Tekan tombol Yes, maka prompt login pun muncul. Masukkan username dan password yang benar. Masukkan password persis seperti yang diberikan, termasuk huruf besar dan huruf kecil.

Jika ini pun lancar, maka akan muncul satu hingga beberapa baris tulisan selamat datang. Bentuk dan isi tulisannya mungkin berbeda-beda bergantung pada setting di server, mulai dari yang polos saja seperti di Gambar 5 hingga yang berwarna-warni berisi kata-kata mutiara, pesan peringatan, pesan pengingat, atau apa pun yang dipasang oleh admin supaya Anda lihat. Pada akhirnya Anda akan dihadapkan pada sebuah prompt, yaitu string pendek diikuti tanda $. Kursor akan berada di kanan prompt dan diam, siap menunggu perintah Anda.

Selesai.
Teks? Semuanya Teks?

Apa, sebegitu saja? Seperti inikah Linux? Hitam putih, semua teks tanpa gambar? Kuno sekali!

Ya, seperti itulah shell Linux, berbasis teks. Orang menyebutnya Command Line Interface (CLI), sebagai istilah komplementer dari Graphical User Interface (GUI) yang sehari-hari Anda kenal dalam wujud Windows. Mau dibilang kuno, Anda benar. Dari puluhan tahun lalu Unix memang sudah begini.

CLI di Linux sebetulnya amat ampuh. Pekerjaan tertentu, terutama yang berhubungan dengan skripting dan otomasi, lebih mudah dilakukan dengan interface ini. Bagi Anda para desainer mungkin interface ini membosankan, asing, dan tidak ramah, tapi rata-rata programer Linux suka.

Di edisi tutorial mendatang akan diterangkan apa itu shell. Kita juga akan belajar cara memanfaatkan kelebihan-kelebihan CLI yang sering dimanfaatkan programer tapi tanpa harus mempelajari hal-hal yang ruwet seperti programer. Sampai bulan depan. Sementara itu, silakan mengetikkan quit diikuti Enter di prompt, atau tekanlah Ctrl-D agar kita bisa keluar dari sistem Linux dan memutuskan koneksi.

Dasar Microsoft Visual Fox Pro

Microsoft Visual FoxPro 9.0 merupakan aplikasi database handal yang sangat mudah untuk dipelajari, meskipun demikian, bagi yang baru saja belajar, tentunya akan mengalami banyak kesulitan untuk memahami software database keluaraan Microsoft ini. Didalam program Visual FoxPro 9.0 mempunyai banyak sekali aplikasi pengembang yang dapat dimanfaatkan untuk merancang sebuah aplikasi yang bagus.

Beberapa pengembang aplikasi yang dimilikinya adalah : Form Designer, View Designer, Menu Designer, Report Designer, Database Designer, Tabel Designer, Query Designer, Class Designer, project manager, Debugger, Jendela Command serta Program Editor.

Saat ini Pemerintah Indonesia sedang melaksanakan program pengentasan kemiskinan, tentunya tidak hanya dibutuhkan suatu database orang-orang miskin saja, akan tetapi dibutuhkan pula orang yang mahir mengolah database dengan baik dan benar sehingga menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.

Melaluibahasan materi ini, saya berharap dapat membantu kepada para calon pengolah data atau para pengolah data yang selama ini didalam mengolah database menggunakan program pengolah angka seperti Microsoft Excel untuk beralih menggunakan program database dari Microsoft Visual FoxPro 9.0. Banyak sekali orang yang dapat membuat program database dengan program Microsoft Visual FoxPro 9.0 ini, tapi kebanyakan mereka puas jika telah berhasil membuat Form tampilan. Setelah itu mundur teratur kemudian berusaha mencoba program database lain, kemudian mundur kembali, ini dikarenakan mereka tidak mengerti cara membuat perintah untuk melakukan pengolahan data hingga terciptanya laporan yang baik dan benar sesuai yang diharapkan. Jika anda memulai belajar Visual FoxPro 9.0 tanpa adanya pemahaman awal tentang database, maka akan sulit bagi anda untuk menjadi pengolah data atau programmer database yang handal. Pemahaman database secara Interaktif mendukung anda didalam mengasah logika dan mengenal berbagai macam perintah yang dapat dipakai hingga dapat menghasilkan laporan yang dikehendaki.

Siapapun dapat saja mendesain form dengan warna yang bagus dan tampilan yang menarik, akan tetapi itu saja tidak banyak bermanfaat apabila form tersebut tidak dapat digunakan secara maksimal, seperti misal mengolah data yang di input melalui form yang membutuhkan adanya batasan validasi, bagaimana cara melakukan koreksi, penghapusan data, pemprosesan data, hingga jadi laporan yang sesuai dengan yang diharapkan. Anda bisa saja membuat suatu tabel dengan program Microsoft Visual FoxPro 9.0, kemudian mencetaknya semua data didalam tabel tersebut seperti mencetak pada program Microsoft Excel, tetapi begitu ada suatu kriteria atau syarat yang diinginkan didalam pencetakan, tentunya anda membutuhkan suatu perintah.Didalam bahasan ini diberikan pula bagaimana melakukan pengolahan data dan membuatan laporan pada kasus tertentu dari Microsoft Visual FoxPro 9.0 kedalam program Microsoft Excel atau sebaliknya.

Jika anda perhatikan pertama kali menjalankan program Visual FoxPro, maka terdapat Jendela Visual FoxPro, Jendela View, Toolbar dan Menu Utama Visual FoxPro. Pada Jendela Visual FoxPro ini anda dapat menuliskan perintah dan logika dari Microsoft Visual FoxPro dimana masing-masing perintah akan menjalankan dan menghasilkan keluaran sesuai dari fungsinya.

Jendela Visual FoxPro dari Microsoft Visual FoxPro ini sangat unik, saya katakan unik karena hampir semua perintah baik Internal dari Microsoft Visual FoxPro maupun perintah External dari sistem Operasi / Dos dapat dikenal dan dijalankan dari Jendela Visual FoxPro ini.

1.1 Manipulasi Jendela Visual FoxPro.

Tampilan atau posisi dari Jendela Visual FoxPro dapat dimanipulasi sesuai kebutuhan, sehingga tampilannya sesuai dengan yang diharapkan.

1.1.1 Memindahkan letak dari Jendela Visual FoxPro.

Posisi Jendela Visual FoxPro dapat dipindahkan ke segala arah, dengan cara menyeretnya ke lokasi baru dimana Jendela Visual FoxPro akan ditempatkan.

1.1.2 Menghilangkan sisa histori perintah yang pernah diketikan pada Jendela Visual FoxPro

Jika anda mengetikan perintah pada Jendela Visual FoxPro, maka perintah tersebut akan direkam dan dapat digunakan kembali, tetapi jika perintah tersebut sudah banyak dan akan dihilangkan dari dalan Jendela Visual FoxPro, maka lakukan cara berikut ini: klik kanan mouse pada posisi dimana Jendela Visual FoxPro berada, pilih Clear.

1.1.3 Menyembunyikan serta menampilkan Jendela Visual FoxPro.

Jika Jendela Visual FoxPro akan di sembunyikan atau ditampilkan, maka untuk melakukan itu terdapat banyak cara diantaranya :

Dari menu windows pilih Visual FoxPro Window

Tekan kombinasi tombol Ctrl dan F2

1.1.4 Menampilkan Jendela Visual FoxPro diatas jendela lainnya.

Jika anda menginginkan Jendela Visual FoxPro tampil selalu diatas dari jendela lainnya maka pada batang title Jendela Visual FoxPro klik kanan mouse pilih Dockable "Dockable" .

Jika ada jendela lain seperti jendela project manager yang sedang dibuka, maka cobalah anda geser posisi Jendela Visual FoxPro dan letakan diatas jendela project manager atau jendela lainnya, maka akan tampak terlihat bahwa posisi dari Jendela Visual FoxPro yang telah di Dockable akan tampak selalu berada diatasnya.

1.1.5 Melebarkan / mengecilkan tampilan Jendela Visual FoxPro.

Jika anda rasa keberadaan Jendela Visual FoxPro terlalu kecil atau terlalu besar maka Jendela Visual FoxPro dapat dirubah sesuai keinginan dengan cara:

Tempatkan pointer mouse pada sisi Jendela Visual FoxPro hingga tanda pointer berubah menjadi tanda panah dua arah, klik, dan tahan mouse anda, kemudian geser kearah kanan untuk membesarkan dan ke kiri untuk mengecilkan Jendela Visual FoxPro

1.1.6 Membersihkan layar view.

Jika anda mengolah data maka secara otomatis hasil perintah yang anda ketikan akan tampak hasilnya pada jendela view. Untuk menghilangkan tampilan hasil dari ketikan perintah yang anda ketikan tadi, ketikan perintah Clear. Dengan perintah ini maka layar Visual FoxPro 9.0 akan menjadi bersih kembali.

1.2 Mengatur konfigurasi visual foxpro 9.0

Untuk mengatur konfigurasi Visual FoxPro 9.0 agar berjalan sesuai yang diharapkan, dapat dilakukan melalui menu Tools – Options.

Kotak dialog Options memiliki sejumlah Tab yang didalamnya masing-masing mempunyai pilihan untuk dikonfigurasi sesuai kebutuhan.

1.2.1 Tab view

Pada Tab View terdapat pilihan untuk mengatur tampilan Visual FoxPro 9.0, seperti menampilkan Status bar, Clock, Visual FoxPro results, System messages dan lainnya.

1.2.1.1 Status bar

Jika terpilih maka tampilan dari status bar akan terlihat. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Program adalah sebagai berikut :

Set Status Bar On | Off

1.2.1.2 Clock

Apakah Jam akan ditampilkan pada status bar. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Program adalah sebagai berikut :

Set Clock On | Of

1.2.1.3 Visual FoxPro results

Apakan akan menampilkan proses dari segala sesuatu pemprosesan yang dilakukan program Visual FoxPro 9.0. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Program adalah sebagai berikut :

Set Talk On | Off

1.2.1.4 System messages

Apakah sistem akan menampilkan pesan pada status bar segala perintah setelah proses yang dilakukan. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Program adalah sebagai berikut :

Set Notify [Cursor] On | Off

1.2.1.5 Open last project on startup

Jika terpilih maka Visual FoxPro 9.0 akan membuka proyek yang terakhir kali dibuka secara otomatis

1.2.1.6 Most Recently Used list contains

Visual FoxPro 9.0 akan menampilkan daftar File yang dibuka terakhir sesuai dengan jumlah isian pada spiner. Pilihan ini akan tampil pada menu File.

1.2.1.7 List display count

Maksimum data yang dapat ditampilkan pada objek dropdown list boxes. Default isiannya adalah 15 dan minimum dropdown list boxes berisi 5.

Anda dapat menampilkan semua yang anda kerjakan melalui kotak dialog Options ini ke Jendela Visual FoxPro sehingga dapat digunakan untuk keperluan lainnya atau sekedar mengetahui apa saja yang sedang dikerjakan oleh Visual FoxPro 9.0.

Caranya :

Tentukan pilihan setting anda pada kotak dialog Options, tekan dan tahan tombol SHIFT kemudian klik tombol OK.

1.2.2 Tab general

Tab ini mengatur segala sesuatu yang umum, seperti pengaturan sound, programming, data entry, dan banyak pilihan lainnya.

1.2.2.1 Warning sound

Off

Pilihan ini mengijinkan anda untuk dapat membunyikan atau tidak membunyikan suara pada saat anda menjalankan perintah melalui Jendela Visual FoxPro atau membuat suatu program sehingga jika terjadi kesalahan dapat diketahui dengan adanya suara tersebut. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Program adalah sebagai berikut :

Set Bell On | Off

Default

Pilihan yang akan menampilkan suara dari bawaan program Visual FoxPro 9.0. adalah :

Set Bell On

Play

Visual FoxPro 9.0 mengijinkan anda merubah suara bawaan dengan suara yang anda inginkan. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Program adalah sebagai berikut :

Set Bell To ‘ding-dong.wav’

1.2.2.2. Programming

Cancel programs on Escape

Anda bisa membatalkan proses program yang sedang berjalan dengan melakukan penekanan pada tombol Esc. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Program adalah sebagai berikut :

Set Excape On | Off

Penekanan tombol Esc pada saat program berjalan akan menampilkan pesan interupsi seperti dibawah ini

*** INTERRUPTED ***

Log compilation errors

Akan menampilkan atau tidak ditampilkan pesan kesalahan pada saat kompilasi. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Program adalah sebagai berikut :

Set Logerrors On | Off

SET DEVELOPMENT

Anda dapat menampilkan tanggal dan waktu menjalankan program, dan lainnya dengan mengatur pada pilihan ini. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Perintah adalah sebagai berikut :

Set Development On | Off

dBASE compatibility

Anda dapat menentukan apakan bahasa yang digunakan akan dibuat kompatibel dengan bahasa Foxbase+ / dbase+. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Program adalah sebagai berikut :

Set Compatible Foxplus on

Use Visual FoxPro color palette

Menggunakan default palet warna yang ditentukan Visual FoxPro 9.0. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Perintah adalah sebagai berikut :

Set Palette On | Off

Confirm file replacement

Menampilkan pesan peringatan keamanan bisa terjadi proses data atau tidak. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Program adalah sebagai berikut :

Set Safety On | Off

Browse IME control

Menampilkan kontrol IME pada tampilan Browse. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Program adalah sebagai berikut :

Set Browseime On | Off

1.2.2.3 Data Entry

Navigation keys

Menentukan kunci pemindahan kursor antar kontrol didalam Form. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Program adalah sebagai berikut :

Set Keycomp To Dos | Windows

Pada objek Combo boxes, jika anda memilih pilihan MS-DOS Complatible, maka proses pemindahan dari titik fokus menggunakan tombol ENTER atau SPACEBAR

Untuk pilihan WINDOWS Complatible, maka anda melakukan penekanan pada tombol SPACEBAR, ALT+UP ARROW, atau ALT+DOWN ARROW.

Fill new records with current values

Visual FoxPro 9.0 akan secara otomatis menampilkan record yang sudah diisikan kedalam isian record yang baru. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Program adalah sebagai berikut :

Set Carry On | Off

Enter or Tab to exit fields

Anda dapat mengatur agar Visual FoxPro 9.0 melakukan tindakan keluar dari proses pengisian data jika pilihan ini terpilih. Penulisan perintah pada Jendela Visual FoxPro atau Jendela Program adalah sebagai berikut :

Set Confirm On | Off

1.2.3 Tab data

Mengatur segala sesuatu yang terkait dengan data, anda dapat menentukan bagaimana suatu tabel dibuka, apakah akan ditampilkan header dari tabel tersebut, menggunakan index yang unik, menentukan berapa jumlah byte yang dapat ditampung didalam file memo, menentukan pemilihan penguncian File dan record. Menggunakan teknik optimasi Rushmore.

1.2.4 Tab Remote data

Digunakan jika anda menggunakan data jarak jauh, anda dapat mengatur batas waktu koneksi, berapa jumlah record yang dapat diambil, menggunakan metode perintah SQL untuk update data. Berapa jumlah record data minimal yang dapat dirubah.

1.2.5 Tab file location

Dengan menentukan lokasi kerja dari suatu program maka diatur pada pilihan ini sehingga Visual FoxPro 9.0 dapat mencari data yang dimaksud dengan cepat. Tentukan direktori kerja didalam pilihan Default Directory, lakukan modifikasi jika anda ingin merubah ke direktori yang diinginkan, klik OK dan terakhir klik tombol Set As Default untuk menyimpan perubahan.

1.2.6 Tab forms

Pengaturan Form dapat diatur melalui kotak dialog Form, dimana anda dapat merubah ukuran spasi Grid, pengaturan area disain, merubah pergerakan kursor.

1.2.7 Tab projects

Pada Tab Projects terdapat pilihan apakah unsur objek yang ada didalam project di klik 2 kali akan dijalankan atau dibuka secara desain modifikasi.

1.2.8 Tab controls

Disini dapat dilibatkan class-class, anda bisa menambah class melalui Tab ini.

1.2.9 Tab regional

Anda dapat mengatur format dari tanggal yang akan dipakai, batasan yang digunakan, jenis format jam yang akan digunakan, pembatas desimal, simbol mata uang dan lainnya.

1.2.10 Tab debug

Anda dapat merubah warna tempat tampilan huruf dan latar belakang, teknik tampilan pelacakan dan lainnya.

1.2.11 Tab editor

Anda dapat memformat editor pada Tab ini, bagaimana tampilan comentar, warna perintah yang akan dituliskan dan lainnya.

1.2.12 Tab file mapping

Mengatur pemetaan pada kontrol yang akan dibuat jika anda melakukan Drag tabel atau field ke dalam Form dan lainnya.

1.2.13 Tab IDE

Pada Interactif Development Environment, anda dapat mengatur setting tampilan, ekstensi dari File, mengatur Tab dan Inden, Pengaturan Huruf, perataan Objek dan lainnya.

1.2.14 Tab reports

Pengaturan yang berhubungan dengan laporan dapat anda setting disini, ditampilkan atau tidak grid didalam pendesainan laporan, default huruf yang dipakai dan lainnya.

Jika anda telan melakukan perubahan settingan pada kotak dialog Options, untuk menyimpannya lakukan dengan memilih tombol Set As Default, kemudian klik tombol OK.

1.3 Element layar utama Visual FoxPro 9.0

Tampilan layar utama Visual FoxPro 9.0 memiliki beberapa elemen yang dapat dipergunakan. Elemen tersebut adalah :

1.3.1 Title bar / batang judul

Title bar adalah baris yang menyatakan judul aplikasi yang sedang berjalan atau aktif.

Title bar pada jendela Visual FoxPro 9.0 dapat diganti atau dirubah sesuai dengan kebutuhan, misalnya tulisan title bar akan diganti dari Microsoft Visual FoxPro menjadi “Aplikasi Inventory” dengan menuliskan perintah pada Jendela Visual FoxPro sebagai berikut :

_screen.Caption="Aplikasi Inventory"

Maka title bar berubah dari Microsoft Visual FoxPro menjadi Aplikasi Inventory.

Atau dapat juga dengan perintah seperti dibawah ini:

_vfp.Caption="Program Koperasi Tunas Muda"

Dengan cara diatas maka title bar akan berubah menjadi Program Koperasi Tunas Muda

1.3.2 Menu bar

Baris yang berisi menu dan submenu dari Visual FoxPro 9.0 yang dapat dipergunakan sesuai dengan fungsinya. Menu bar pada Visual FoxPro 9.0 terdiri dari : File, Edit, View, Format, Tools, Program, Window dan Help.

File

Berisi segala perintah yang berhubungan dengan pengelolaan File-File.

Edit

Berisi segala perintah pengeditan seperti membatalkan, memotong, duplikasi dan perintah lainnya.

View

Menu ini untuk menampilkan jenis-jenis toolbars. Adapun jenis toolbars yang tersedia adalah : Color Palette, Database Designer, Form Controls, Layout, Print Preview, Query Designer, Report Control, Standart dan View Designer.

Format

Berisi segala sesuatu yang berhubungan dengan pemformatan seperti memformat atribut huruf, membuat indent, membuat komentar, menentukan spasi dan lain-lain. Menu Format ini tampil jika posisi kursor anda terdapat pada Jendela Visual FoxPro. Jika posisi kursor terdapat diluar Jendela Visual FoxPro maka Menu Format ini tidak muncul.

Contoh ini menjelaskan penggunaan dari salah satu isi dari Menu Format yakni Comment. Menu Comment digunakan Visual FoxPro 9.0 untuk menandakan suatu baris perintah yang tidak ikut terbaca didalam program. Tanda jika perintah berisi Comment adalah dengan adanya tanda seru diapit tanda bintang ( *!* ) didepan tulisan komentar tersebut.

*!* "Quit " -> Perintah keluar dari visual fox pro 9.0

Anda dapat membuat komentar sebanyak anda mau, mengingat didalam membuat program atau mengolah data sering kali terjadi lupa tentang urutan perintah atau alur pemprogramman, untuk itu perintah Comment ini sangat membantu.

Tools :

Berisi daftar perintah yang terkait dengan utilitas seperti Wizard, Task Pane, Macros, Toolbox, Debugger dan lainnya.

Program

Menu ini berisi tentang segala aktifitas program, seperti menjalankan program ( ! Do.. ), membatalkan jalannya program ( Cancel ) , mengkompile program dan lain-lain.

Window:

Berisi perintah untuk mengatur tampilan window, memilih window yang akan diaktifkan, menampilkan serta menyembunyikan Jendela Visual FoxPro dan lain-lain.

Help :

Berisi semua bantuan yang berhubungan dengan Visual FoxPro 9.0

1.3.3 Jendela Visual FoxPro / perintah

Jendela Visual FoxPro ini sangat unik, dikatakan unik karena hampir semua perintah baik Internal Visual FoxPro 9, maupun perintah External dari sistem operasi / dos juga dikenal dan dapat dijalankan dari Jendela Visual FoxPro ini.

Didalam Jendela tersebut, anda dapat menuliskan perintah-perintah dari Visual FoxPro 9, setiap perintah yang di tuliskan lewat Jendela Visual FoxPro akan langsung terlihat hasilnya pada Jendela View. Hal ini memudahkan setiap orang pemakai Visual FoxPro 9.0 untuk melakukan trial and error sebelum menghasilkan satu laporan. Sehingga kesalahan
dapat diketahui sebelumnya.

Untuk menampilkan atau menghilangkan Jendela Visual FoxPro dapat dilakukan dari menu Window – Visual FoxPro window atau Ctrl+F2

1.3.4 Status bar

Status Bar atau baris status yang berfungsi untuk menampilkan status atau kejadian yang sedang berlangsung. Posisi baris status berada pada baris paling bawah pada layar utama Visual FoxPro 9.0

1.3.5 View window

Adalah layar lebar yang berfungsi untuk tempat menampilkan hasil proses dari perintah Visual FoxPro 9.0 yang ditulis melalui Jendela Visual FoxPro.

Salah satu kehebatan dari software Visual FoxPro 9.0 ini adalah :

Operator / pamakai dapat melihat langsung hasil yang dikerjakannya melalui jendela ini

1.3.6 Toolbar

Batang panjang dibawah menu yang berisi beberapa icon yang dapat digunakan untuk mempercepat proses.

Keseluruhan toolbar dapat ditampilkan atau di sembunyikan melalui menu View – Toolbars… kemudian centang kotak yang ada didepan toolbar kemudian klik tombol OK, maka toolbar yang ditandai akan tampil.

Toolbar dapat pula ditampilkan dengan beberapa cara, diantaranya adalah dengan cara : meletakan pointer mouse ke batang toolbar aktif kemudian klik mouse sebelah kanan pada batang toolbar tersebut lalu pilih toolbar yang akan ditampilkan. Toolbar dapat disembunyikan dengan cara yang sama yakni dengan cara menghilangkan pilihan pada kotak toolbar terpilih.

1.3.7 Jenis-jenis toolbar

Visual FoxPro 9.0 mempunyai banyak toolbar yang dapat digunakan didalam pembuatan aplikasi, diantaranya

1.3.7.1 Toolbar standard

Toolbar yang tampil pertama kali saat Visual FoxPro 9.0 dijalankan, berfungsi untuk melakukan segala sesuatu yang umum, seperti membuat File baru ( Project, form, report, dll ), menyimpan hasil kerjaan, menjalankan form dan lain-lain.

1.3.7.2 Toolbar database designer

Icon yang ada didalam toolbar ini dapat dipakai untuk mendefinisikan tabel didalam database designer, seperti menambah tabel, melakukan relasi antar tabel, membuat view, dan lain-lain.

1.3.7.3 Toolbar from designer

Digunakan untuk mendisain antar muka form, didalamnya terdapat icon untuk merapikan, menampilkan dan menyembunyikan peralatan, jendela properti dan lain-lain.

1.3.7.4 Toolbar layout

Icon-icon yang ada pada toolbar ini berfungsi untuk mengatur tampilan objek pada form, seperti meratakan objek, meletakan objek didepan atau dibelakang objek lain dan lain-lain.

1.3.7.5 Toolbar color palette

Icon-icon yang ada pada toolbar ini dapat digunakan untuk merubah warna suatu obyek didalam form.

1.3.7.6 Toolbar form controls

Icon-icon yang ada dapat berfungsi untuk membuat objek yang dapat digunakan pada form, seperti objek tombol, spinner, image, option group dan lain-lain. Toolbar ini dipakai sangat dominan didalam pembuatan aplikasi pada form.

1.3.7.7 Toolbar query design dan view designer

Icon-icon yang ada digunakan pada saat anda melakukan proses query, seperti menambah Tabel, menghapus Tabel serta menampilkan perintah SQL dan lain-lain.

1.3.7.8 Toolbar print preview dan report control

Icon-icon yang ada digunakan untuk melakukan segala aktifitas yang dibutuhkan pada laporan, seperi mencetak, menuju ke halaman yang diinginkan dan lain-lain.

1.4 Customize toolbar

Icon yang ada didalam toolbar dapat ditambahkan atau dikurangi dengan cara, klik kanan mouse pada batang toolbar, pilih Customize…

Akan muncul kotak Customize Toolbar, pilih pada isi pilihan Categories, kemudian pada pilihan Button sebelah kanannya klik salah satu button kemudian lakukan drag atau seret icon tersebut kearah batang toolbar yang ingin ditambahkan.

Misalnya saja klik pilihan Report pada Categories, klik icon layout toolbar yang ada pada posisi paling kanan, seret kearah batang toolbar standard yang ada diatas layar utama Visual FoxPro 9.0, lepas mouse dan sekarang tampak icon layuot toolbar telah ditambahkan pada toolbar standard.

1.5 Menghilangkan icon dari dalam toolbar

Untuk mengeluarkan atau menghilangkan icon yang ada didalam toolbar, adalah klik icon yang akan dihilangkan kemudian seret kearah luar toolbar menuju area jendela view. Icon yang diseret tadi jika diletakan pada jendela view maka akan membentuk toolbar baru.

1.6 Posisi toolbar

Posisi toolbar yang tampil dapat dipindah-pindahkan sesuai keinginan dengan cara menyeretnya ke lokasi yang baru.

1.7 Membuat toolbar baru

anda dapat membuat toolbar sendiri dan akan diisikan dengan icon yang anda butuhkan saja, caranya : dari menu utama pilih View –
Toolbar…, kemudian klik tombol New, tentukan nama toolbar yang akan dibuat. Setelah toolbar terbentuk, masukan icon yang anda inginkan dengan cara yang sama seperti diatas.

1.8 Keluar dari program.

Untuk keluar dari program Visual FoxPro 9.0 Klik menu File – Exit. Keluar dari program Visual FoxPro 9.0 dapat juga dilakukan dengan menekan kombinasi tombol Ctrl + F4, atau mengklik langsung button Close yang ada di pojok kanan atas program Visual FoxPro 9.0, atau dengan mengetikan perintah Quit pada Jendela Visual FoxPro

Dasar-dasar Pemrograman Delphi

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.