Subscribe

Sabtu, 23 Agustus 2008

Pengenalan jaringan LAN

LAN dapat definisikan sebagai network atau jaringan sejumlah sistem
komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung, satu kompleksgedung
atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum
seperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media komunikasinya
adalah pemilik LAN itu sendiri.
Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa sebuah LAN dibatasi oleh
lokasi secara fisik. Adapun penggunaan LAN itu sendiri mengakibatkansemua
komputer yang terhubung dalam jaringan dapat bertukar data atau dengan
kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin berkembang dari hanya
pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama.
LAN yang umumnya menggunakan hub, akan mengikuti prinsip kerja hub itu
sendiri. Dalam hal ini adalah bahwa hub tidak memiliki pengetahuantentang
alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast, dan juga karena
hub hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port
sibuk maka port-port yang lain harus menunggu.



Komponen-komponen Dasar LAN
===========================

Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai
berikut:

•Workstation
------------
Workstation merupakan node atau host yang berupa suatu sistem komputer.
Sistem komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu komputer
yang besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu mainframe.
Workstation dapat bekerja sendiri (stand-alone) dapat pula menggunakan
jaringan untuk bertukar data dengan workstation atau user yang lain.

•Server
-------
Perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan dan
workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.pada umumnya sumber
daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang hendak
digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan
bekerja pada server. Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server,
file server, print server, dan suatu server juga dapat mempunyai beberapa
fungsi pelayanan sekaligus.

•Link (hubungan)
----------------
Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan tersebut
secara fisik tidak terhubung. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai
media transmisi yang umumnya berupa kabel. Adapun beberapa contoh dari
link adalah:
1.Kabel Twisted Pair
•Kabel ini terbagi dua, yaitu Shielded Twisted Pair dan Unshielded Twisted
Pair(UTP)
•Lebih banyak dikenal karena merupakan kabel telpon
•Relatif murah
•Jarak yang pendek
•Mudah terpengaruh oleh gangguan
•Kecepatan data yang dapat didukung terbatas, 10-16 Mbps

2.Kabel Coaxial
•Umumnya digunakan pada televisi
•Jarak yang relatif lebih jauh
•Kecepatan pengiriman data lebih tinggi di banding Twisted Pair, 30 Mbps
•Harga yang relatif tidak mahal
•Ukurannya lebih besar dari Twisted Pair

3.Kabel Fiber Optic
•Jarak yang jauh
•Kecepatan data yang tinggi, 100 Mbps
•Ukuran yang relatif kecil
•Sulit dipengaruhi gangguan
•Harga yang relatif masih mahal
•Instalasi yang relatif sulit


•Network Interface Card (NIC)
-----------------------------
Suatu workstation tidak dihubungkan secara langsung dengan kabel jaringan
ataupun tranceiver cable, tetapi melalui suatu rangkaian elektronika yang
dirancang khusus untuk menangani network protocol yang dikenal dengan
Network Interface Card (NIC).

•Network Software
-----------------
Tanpa adanya software jaringan maka jaringan tersebut tidak akan bekerja
sebagaimana yang dikehendaki. Software ini juga yang memungkinkan sistem
komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem komputer yang lain.

Peralatan Pendukung LAN
=======================

a.Repeater
------------
•Pada OSI, bekerja pada lapisan Physical
•Meneruskan dan memperkuat sinyal
•Banyak digunakan pada topologi Bus
•Penggunaannya mudah dan Harga yang relatif murah
•Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian
data secara broadcast
•Hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk
maka port-port yang lain harus menunggu.

b.Hub
-----
•Bekerja pada lapisan Physical
•Meneruskan sinyal
•Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan
•Penggunaannya relatif mudah dan harga yang terjangkau
•Hanya memiliki satu buah domain collision

c.Bridge
--------
•Bekerja di lapisan Data Link
•Telah menggunakan alamat-alamat untuk meneruskan data ke tujuannya
•Secara otomatis membuat tabel penterjemah untuk diterima masing2 port

d.Switch
--------
•Bekerja di lapisan Data Link
•Setiap port didalam swith memiliki domain collision sendiri-sendiri
•Memiliki tabel penterjemah pusat yang memiliki daftar penterjemah untuk
semua port
•Memungkinkan transmisi secara full duflex (dua arah)

e.Router
--------
•Router berfungsi menyaring atau memfilter lalu lintas data
•Menentukan dan memilih jalur alternatif yang akan dilalui oleh data
•Menghubungkan antar jaringan LAN, bahkan dengan WAN

Topologi LAN
=============

Pengertian topologi Jaringan adalah susunan lintasan aliran data didalam
jaringan yang secara fisik menghubungkan simpul yang satu dengan simpul
lainnya. Berikut ini adalah beberapa topologi jaringan yang ada dan
dipakai hingga saat ini, yaitu:
•Topologi Star
Beberapa simpul/node dihubungkan dengan simpul pusat/host, yang membentuk
jaringan fisik seperti bintang, semua komunikasi ditangani langsung dan
dikelola oleh host yang berupa mainframe komputer




•Topologi Hierarkis
Berbentuk seperti pohon bercabang yang terdiri dari komputer induk(host)
dihubungkan dengan simpul/node lain secara berjenjang. Jenjang yang lebih
tinggi berfungsi sebagai pengatur kerja jenjang dibawahnya.



•Topologi Bus
Beberapa simpul/node dihubungkan dengan jalur data (bus). Masing2 node
dapat melakukan tugas-tugas dan operasi yangberbeda namun semua mempunyai
hierarki yang sama.





•Topologi Loop
Merupakan hubungan antar simpul/node secara serial dalam bentuk suatu
lingkaran tertutup. Dalam bentuk ini tak ada central node/host, semua
mempunyai hierarki yang sama.




•Topologi Ring
Bentuk ini merupakan gabungan bentuk topologi loop dan bus, jika salah
satu simpul/node rusak, maka tidak akan mempengaruhi komunikasi node
yang lain karena terpisah dari jalur data.





•Topologi Web
Merupakan bentuk topologi yang masing-masing simpul/node dalam jaringan
dapat saling berhubungan dengan node lainnya melalui beberapa link.
Suatu bentuk web network dengan n node, akan menggunakan link sebanyak
n(n-1)/2.






Dengan menggunakan segala kelebihan dan kekurangan masing2 konfigurasi,
memungkinkan dikembangkannya suatu konfigurasi baru yang menggabungkan
beberapa topologi disertai teknologi baru agar kondisi ideal suatu
sistem jaringan dapat terpenuhi:) :) .

Pengenalan Jaringan LAN

LAN dapat definisikan sebagai network atau jaringan sejumlah sistem
komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung, satu kompleksgedung
atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum
seperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media komunikasinya
adalah pemilik LAN itu sendiri.
Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa sebuah LAN dibatasi oleh
lokasi secara fisik. Adapun penggunaan LAN itu sendiri mengakibatkansemua
komputer yang terhubung dalam jaringan dapat bertukar data atau dengan
kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin berkembang dari hanya
pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama.
LAN yang umumnya menggunakan hub, akan mengikuti prinsip kerja hub itu
sendiri. Dalam hal ini adalah bahwa hub tidak memiliki pengetahuantentang
alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast, dan juga karena
hub hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port
sibuk maka port-port yang lain harus menunggu.



Komponen-komponen Dasar LAN
===========================

Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai
berikut:

•Workstation
------------
Workstation merupakan node atau host yang berupa suatu sistem komputer.
Sistem komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu komputer
yang besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu mainframe.
Workstation dapat bekerja sendiri (stand-alone) dapat pula menggunakan
jaringan untuk bertukar data dengan workstation atau user yang lain.

•Server
-------
Perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan dan
workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.pada umumnya sumber
daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang hendak
digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan
bekerja pada server. Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server,
file server, print server, dan suatu server juga dapat mempunyai beberapa
fungsi pelayanan sekaligus.

•Link (hubungan)
----------------
Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan tersebut
secara fisik tidak terhubung. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai
media transmisi yang umumnya berupa kabel. Adapun beberapa contoh dari
link adalah:
1.Kabel Twisted Pair
•Kabel ini terbagi dua, yaitu Shielded Twisted Pair dan Unshielded Twisted
Pair(UTP)
•Lebih banyak dikenal karena merupakan kabel telpon
•Relatif murah
•Jarak yang pendek
•Mudah terpengaruh oleh gangguan
•Kecepatan data yang dapat didukung terbatas, 10-16 Mbps

2.Kabel Coaxial
•Umumnya digunakan pada televisi
•Jarak yang relatif lebih jauh
•Kecepatan pengiriman data lebih tinggi di banding Twisted Pair, 30 Mbps
•Harga yang relatif tidak mahal
•Ukurannya lebih besar dari Twisted Pair

3.Kabel Fiber Optic
•Jarak yang jauh
•Kecepatan data yang tinggi, 100 Mbps
•Ukuran yang relatif kecil
•Sulit dipengaruhi gangguan
•Harga yang relatif masih mahal
•Instalasi yang relatif sulit


•Network Interface Card (NIC)
-----------------------------
Suatu workstation tidak dihubungkan secara langsung dengan kabel jaringan
ataupun tranceiver cable, tetapi melalui suatu rangkaian elektronika yang
dirancang khusus untuk menangani network protocol yang dikenal dengan
Network Interface Card (NIC).

•Network Software
-----------------
Tanpa adanya software jaringan maka jaringan tersebut tidak akan bekerja
sebagaimana yang dikehendaki. Software ini juga yang memungkinkan sistem
komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem komputer yang lain.

Peralatan Pendukung LAN
=======================

a.Repeater
------------
•Pada OSI, bekerja pada lapisan Physical
•Meneruskan dan memperkuat sinyal
•Banyak digunakan pada topologi Bus
•Penggunaannya mudah dan Harga yang relatif murah
•Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian
data secara broadcast
•Hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk
maka port-port yang lain harus menunggu.

b.Hub
-----
•Bekerja pada lapisan Physical
•Meneruskan sinyal
•Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan
•Penggunaannya relatif mudah dan harga yang terjangkau
•Hanya memiliki satu buah domain collision

c.Bridge
--------
•Bekerja di lapisan Data Link
•Telah menggunakan alamat-alamat untuk meneruskan data ke tujuannya
•Secara otomatis membuat tabel penterjemah untuk diterima masing2 port

d.Switch
--------
•Bekerja di lapisan Data Link
•Setiap port didalam swith memiliki domain collision sendiri-sendiri
•Memiliki tabel penterjemah pusat yang memiliki daftar penterjemah untuk
semua port
•Memungkinkan transmisi secara full duflex (dua arah)

e.Router
--------
•Router berfungsi menyaring atau memfilter lalu lintas data
•Menentukan dan memilih jalur alternatif yang akan dilalui oleh data
•Menghubungkan antar jaringan LAN, bahkan dengan WAN

Topologi LAN
=============

Pengertian topologi Jaringan adalah susunan lintasan aliran data didalam
jaringan yang secara fisik menghubungkan simpul yang satu dengan simpul
lainnya. Berikut ini adalah beberapa topologi jaringan yang ada dan
dipakai hingga saat ini, yaitu:
•Topologi Star
Beberapa simpul/node dihubungkan dengan simpul pusat/host, yang membentuk
jaringan fisik seperti bintang, semua komunikasi ditangani langsung dan
dikelola oleh host yang berupa mainframe komputer




•Topologi Hierarkis
Berbentuk seperti pohon bercabang yang terdiri dari komputer induk(host)
dihubungkan dengan simpul/node lain secara berjenjang. Jenjang yang lebih
tinggi berfungsi sebagai pengatur kerja jenjang dibawahnya.



•Topologi Bus
Beberapa simpul/node dihubungkan dengan jalur data (bus). Masing2 node
dapat melakukan tugas-tugas dan operasi yangberbeda namun semua mempunyai
hierarki yang sama.





•Topologi Loop
Merupakan hubungan antar simpul/node secara serial dalam bentuk suatu
lingkaran tertutup. Dalam bentuk ini tak ada central node/host, semua
mempunyai hierarki yang sama.




•Topologi Ring
Bentuk ini merupakan gabungan bentuk topologi loop dan bus, jika salah
satu simpul/node rusak, maka tidak akan mempengaruhi komunikasi node
yang lain karena terpisah dari jalur data.





•Topologi Web
Merupakan bentuk topologi yang masing-masing simpul/node dalam jaringan
dapat saling berhubungan dengan node lainnya melalui beberapa link.
Suatu bentuk web network dengan n node, akan menggunakan link sebanyak
n(n-1)/2.






Dengan menggunakan segala kelebihan dan kekurangan masing2 konfigurasi,
memungkinkan dikembangkannya suatu konfigurasi baru yang menggabungkan
beberapa topologi disertai teknologi baru agar kondisi ideal suatu
sistem jaringan dapat terpenuhi:) :) .

Teknik Konfigurasi LAN

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data komputer di internet. Komputer-komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol TCP/IP, karena menggunakan bahasa yang sama perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Komputer PC dengan sistem operasi Windows dapat berkomunikasi dengan komputer Macintosh atau dengan Sun SPARC yang menjalankan solaris. Jadi, jika sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke internet, maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer di belahan dunia mana pun yang juga terhubung ke internet.
Ciri-ciri jaringan komputer:
1. berbagi perangkat keras (hardware).
2. berbagi perangkat lunak (software).
3. berbagi saluran komunikasi (internet).
4. berbagi data dengan mudah.
5. memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.

Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation. Antara dua tipe jaringan tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, di mana masing-masing akan dijelaskan.
LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu
1. Komponen Fisik, Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel, Topologi jaringan.
2. Komponen Software, Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.

Personal Komputer (PC)
Tipe personal komputer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-Server, komputer yang difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja yang lebih tinggi dibandingkan komputerkomputer lain sebagai workstation-nya, karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola operasional jaringan tersebut.

Network Interface Card (NIC)
Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau network card, yaitu ISA dan PCI.
Saat ini terdapat jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI

Gambar 1.1. Jenis kartu jaringan Ethernet Dalam jaringan dengan protocol akses CSMA/CD atau Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection, suatu node (A) yang akan mengirimkan data akan memeriksa dahulu kondisi jalur data. Bila tidak terdapat aliran data/kosong maka node tersebut akan mengirimkan datanya dan bila node lain (B) yang sedang menggunakan jalur data maka node (A) akan menunggu dan akan mencoba memeriksa kembali. Dalam protocol akses ini dimungkinkan pada suatu saat terjadi beberapa node mengirimkan datanya secara bersamaan sehingga mengakibatkan collision atau tabrakan. Dalam kondisi demikian node-node tersebut akan batal mengirimkan data dan akan mencobanya kembali bila jalur tidak sibuk.

Tipe Pengkabelan
Terdapat beberapa tipe pengkabelan yang biasa digunakan dan dapat digunakan untuk mengaplikasikan Windows, yaitu:
1. Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.
2. Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang

3. Twisted Pair Ethernet
Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45. Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan dengan thin coax karenaHUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi.
Saat ini ada beberapa grade, atau kategori dari kabel twisted pair. Kategori 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Kabel kategori 5 dapat dibuat straight-through atau crossed. Kabel straight through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB. Panjang kabel maksimum kabel Twisted-Pair adalah 100 m.

4. Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari

Protokol TCP/IP
Karena penting peranannya pada sistem operasi Windows dan juga karena protokol TCP/IP merupakan protokol pilihan (default) dari Windows. Protokol TCP berada pada lapisan Transport model OSI (Open System Interconnection), sedangkan IP berada pada lapisan Network mode OSI
IP Address
IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.
Tabel 1.1. Contoh IP address
Network ID Host ID
192 168 0 1

IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.
Kelas-kelas IP Address
Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel 1.2.
Table 1.2 Kelas IP Address
Kelas Network ID Host ID Default Subnet Mask
A xxx.0.0.1 xxx.255.255.254 255.0.0.0
B xxx.xxx.0.1 xxx.xxx.255.254 255.255.0.0
C xxx.xxx.xxx.1 xxx.xxx.xxx.254 255.255.255.0

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP
1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah: Network ID = 113 Host ID = 46.5.6 Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113. IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1
Network ID = 132.92 Host ID = 121.1 Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP
128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx
IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.
Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki.
1. Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).
2. Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.
3. Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya: microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol atau disi secara manual.
DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannnya. Terdapat tiga macam topologi jaringan umum digunakan, yaitu Bus, Star dan Ring.

Topologi Bus
Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan

1. Topologi Star
Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau hub. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.

2. Topologi Ring
Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat- alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.
Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.
Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.

Network Adapter Card
Setiap network card akan memiliki driver atau program yang berfungsi untuk mengaktifkan dan mengkonfigurasi network adapter tersebut disesuaikan dengan lingkungan dimana network card tersebut dipasang agar dapat digunakan untuk melakukan komunikasi data.
Sistem Operasi Jaringan
Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan adanya sistem operasi jaringan. Sistem operasi jaringan dibedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannnya, yaitu sistem operasi client-server dan sistem operasi jaringan peer to peer.
1. Jaringan Client-Server
Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan
1. Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain sebagai workstation.
2. Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat seorang pemakai yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
3. Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.

Kelemahan
1. Biaya operasional relatif lebih mahal.
2. Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
3. Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.

2. Jaringan Peer To Peer
Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan
1. Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.
2. Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
3. Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.

Kelemahan
1. Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.
2. Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
3. Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
4. Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.


Cara mengkonfigurasi jaringan Windows 2000 adalah sebagai berikut : Klik Start, Settings, Network dan Dial-up Connection

Klik kanan pada Local Area Connection, kemudian pilih Properties, kotak dialog Local Area Connection Properties akan tampil seperti berikut :

Pilih Internet Protocol {TCP/IP}
Pilih Properties, tampilan jendela yang akan terlihat adalah sebagai berikut:


Menampilkan File dan Printer Sharing
Untuk menampilkan file, printer dan dokumen atau data lain yang telah disharing prosedur yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Pilih MyNetwork Places atau Network Neighborhood.
2. Pilih Entire Network.
3. Klik Workgroup. Klik 2 kali nama komputer yang ada di Workgroup.

Teknik Konfigurasi LAN

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data komputer di internet. Komputer-komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol TCP/IP, karena menggunakan bahasa yang sama perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Komputer PC dengan sistem operasi Windows dapat berkomunikasi dengan komputer Macintosh atau dengan Sun SPARC yang menjalankan solaris. Jadi, jika sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke internet, maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer di belahan dunia mana pun yang juga terhubung ke internet.
Ciri-ciri jaringan komputer:
1. berbagi perangkat keras (hardware).
2. berbagi perangkat lunak (software).
3. berbagi saluran komunikasi (internet).
4. berbagi data dengan mudah.
5. memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.

Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation. Antara dua tipe jaringan tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, di mana masing-masing akan dijelaskan.
LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu
1. Komponen Fisik, Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel, Topologi jaringan.
2. Komponen Software, Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.

Personal Komputer (PC)
Tipe personal komputer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-Server, komputer yang difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja yang lebih tinggi dibandingkan komputerkomputer lain sebagai workstation-nya, karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola operasional jaringan tersebut.

Network Interface Card (NIC)
Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau network card, yaitu ISA dan PCI.
Saat ini terdapat jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI

Gambar 1.1. Jenis kartu jaringan Ethernet Dalam jaringan dengan protocol akses CSMA/CD atau Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection, suatu node (A) yang akan mengirimkan data akan memeriksa dahulu kondisi jalur data. Bila tidak terdapat aliran data/kosong maka node tersebut akan mengirimkan datanya dan bila node lain (B) yang sedang menggunakan jalur data maka node (A) akan menunggu dan akan mencoba memeriksa kembali. Dalam protocol akses ini dimungkinkan pada suatu saat terjadi beberapa node mengirimkan datanya secara bersamaan sehingga mengakibatkan collision atau tabrakan. Dalam kondisi demikian node-node tersebut akan batal mengirimkan data dan akan mencobanya kembali bila jalur tidak sibuk.

Tipe Pengkabelan
Terdapat beberapa tipe pengkabelan yang biasa digunakan dan dapat digunakan untuk mengaplikasikan Windows, yaitu:
1. Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.
2. Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang

3. Twisted Pair Ethernet
Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45. Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan dengan thin coax karenaHUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi.
Saat ini ada beberapa grade, atau kategori dari kabel twisted pair. Kategori 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Kabel kategori 5 dapat dibuat straight-through atau crossed. Kabel straight through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB. Panjang kabel maksimum kabel Twisted-Pair adalah 100 m.

4. Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari

Protokol TCP/IP
Karena penting peranannya pada sistem operasi Windows dan juga karena protokol TCP/IP merupakan protokol pilihan (default) dari Windows. Protokol TCP berada pada lapisan Transport model OSI (Open System Interconnection), sedangkan IP berada pada lapisan Network mode OSI
IP Address
IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.
Tabel 1.1. Contoh IP address
Network ID Host ID
192 168 0 1

IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.
Kelas-kelas IP Address
Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel 1.2.
Table 1.2 Kelas IP Address
Kelas Network ID Host ID Default Subnet Mask
A xxx.0.0.1 xxx.255.255.254 255.0.0.0
B xxx.xxx.0.1 xxx.xxx.255.254 255.255.0.0
C xxx.xxx.xxx.1 xxx.xxx.xxx.254 255.255.255.0

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP
1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah: Network ID = 113 Host ID = 46.5.6 Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113. IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1
Network ID = 132.92 Host ID = 121.1 Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP
128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx
IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.
Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki.
1. Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).
2. Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.
3. Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya: microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol atau disi secara manual.
DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannnya. Terdapat tiga macam topologi jaringan umum digunakan, yaitu Bus, Star dan Ring.

Topologi Bus
Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan

1. Topologi Star
Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau hub. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.

2. Topologi Ring
Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat- alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.
Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.
Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.

Network Adapter Card
Setiap network card akan memiliki driver atau program yang berfungsi untuk mengaktifkan dan mengkonfigurasi network adapter tersebut disesuaikan dengan lingkungan dimana network card tersebut dipasang agar dapat digunakan untuk melakukan komunikasi data.
Sistem Operasi Jaringan
Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan adanya sistem operasi jaringan. Sistem operasi jaringan dibedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannnya, yaitu sistem operasi client-server dan sistem operasi jaringan peer to peer.
1. Jaringan Client-Server
Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan
1. Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain sebagai workstation.
2. Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat seorang pemakai yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
3. Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.

Kelemahan
1. Biaya operasional relatif lebih mahal.
2. Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
3. Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.

2. Jaringan Peer To Peer
Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan
1. Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.
2. Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
3. Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.

Kelemahan
1. Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.
2. Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
3. Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
4. Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.


Cara mengkonfigurasi jaringan Windows 2000 adalah sebagai berikut : Klik Start, Settings, Network dan Dial-up Connection

Klik kanan pada Local Area Connection, kemudian pilih Properties, kotak dialog Local Area Connection Properties akan tampil seperti berikut :

Pilih Internet Protocol {TCP/IP}
Pilih Properties, tampilan jendela yang akan terlihat adalah sebagai berikut:


Menampilkan File dan Printer Sharing
Untuk menampilkan file, printer dan dokumen atau data lain yang telah disharing prosedur yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Pilih MyNetwork Places atau Network Neighborhood.
2. Pilih Entire Network.
3. Klik Workgroup. Klik 2 kali nama komputer yang ada di Workgroup.

Konsep Dasar Membuat Website

Sebelum membuat web secara profesional, tugas penting sebagai seorang pengembang web adalah memberikan ide dan gagasan tentang point apa saja yang akan ditampilkan dalam sebuah halaman web. Dengan demikian, seorang pengembang web juga perlu berkonsultasi dengan pemilik web itu sendiri agar segala sesuatu yang menjadi tujuan pemilik web dapat terpenuhi.

Lain halnya dengan seorang pengembang web (web developer) yang diberikan kebebasan dalam membuat sebuah web. Pemiliki web umumnya mempercayakan sepenuhnya kepada pengembang web (web developer). Nah, jika demikian maka sebagai seorang pengembang web harus benar-benar membuktikan keterampilannya dalam membuat web secara profesional agar para pemiliki web tidak kecewa dengan karya yang telah dibuat.

Untuk menjadi seorang pengembang web profesional tidaklah mudah karena harus memadukan antara bahasa pemrograman web dengan nilai seni yang terdapat dalam setiap halaman web. Keduanya harus dimiliiki, jika salah satu saja maka belum bisa disebut sebagai seorang pengembang web profesional. Meskipun pintar bahasa php dalam membuat web, tapi jika tidak didukung oleh jiwa seni maka hasilnya kurang maksimal. Begitu pula sebaliknya, jika hanya pandai membuat tampilan halaman web tapi tidak didukung oleh pengetahuan tentang bahasa pemrograman web maka hal itu akan sia-sia saja.

Sebagai seorang pengembang web pemula, tidak perlu berkecil hati jika ingin menjadi seorang pengembang web profesional.� Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk terus belajar dan belajar lagi agar wawasan tentang pengembangan web terus bertambah. Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh para pengembang web pemula ketika pertama kali ingin membangun sebuah web dari awal. Agar web yang dibuat nampak profesional perlu memahami beberapa konsep dasar dalam mengolah web, mulai dari tool yang digunakan, format gambar yang sesuai, hingga pemilihan warna teks dan latar belakang sebuah halaman web.
�

SOFTWARE DESAIN GRAFIS�
Dalam merancang sebuah website, kita tidak bisa lepas dari perangkat lunak untuk mengolah gambar (image) sebagai bagian dari website.� Ada beberapa alat disain grafis yang dapat digunakan untuk membantu dalam membuat website yang cantik, diantaranya:

1. Adobe Photoshop (http://www.adobe.com/) : software ini sangat populer� dan dapat diandalkan untuk membuat dan mengedit grafik maupun gambar fotografi.�
2. Adobe Illustrator (http://www.adobe.com/) : software ini digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor dan dapat digunakan untuk membuat ilustrasi.
3. PaintShop Pro (http://www.jasc.com/) : software ini sama dengan Adobe Photoshop, sedikit lebih canggih namun tidak masih kalah populer dibandingkan Adobe Photoshop.
4. Macromedia Fireworks (http://www.adobe.com) : software ini sangat mirip dengan Adobe Photoshop, namun tool ini berbasis vektor. Software ini mengijinkan semua elemen dapat diedit kembali dan dapat berintegrasi dengan Macromedia Dreamweaver. Sebagai tambahan, oleh karena seluruh produk Macromedia diakuisisi oleh Adobe maka namanya berubah menjadi Adobe Macromedia Fireworks.
5. Macromedia Flash (http://www.adobe.com) : software ini dapat digunakan untuk membuat animasi dan berbasis vektor untuk website.

FORMAT GRAFIS
Grafik/gambar dalam sebuah website dapat memberikan efek visual yang luar biasa terhadap website tersebut, namun bisa menambah waktu koneksi akibat banyaknya gambar yang ditampilkan. Grafik dalam website dapat berupa statik, animasi, dan fotografi.
Agar koneksi ke website kita lebih cepat, perlu memahami beberapa format file yang sering digunakan pada sebuah website, diantaranya:

1. GIF :� memiliki warna 8-bit, mendukung dalam bentuk transparan, mengkompresi area warna secara solid, mereduksi jumlah warna dan menjalin untuk proses download secara cepat, juga dapat digunakan untuk membuat animasi dalam bentuk grafik (animated graphic).
2. JPG : memiliki warna 24-bit,menjaga kualitas brightness dan hue yang ditemukan dalam sebuah foto, dapat disimpan dalam format berkualits tinggi maupun rendan (high or low resolution), sebuah file jpg dapat pula digunakan versi resolusi rendah (low� resolution) dari gambar yang nampak ketika gambar sedang didownload, tidak mendukung transparansi.
3. PNG : PNG-8 mendukung warna 8 bit, mengkompres area warna yang pekat, menjaga detail ketajaman, mendukung transparansi, kompresi lebih canggih dibandingkan gif karena dapat mengkompresi sekitar 10-30% lebih kecil dari format GIF.� �

Setelah melihat perbandingan beberapa format file grafis untuk web, Anda dapat menentukan format apa yang akan digunakan sesuai kebutuhan. Pada prinsipnya, semua format file tersebut dapat dijadikan panduan dalam memilih format file yang tepat.� Ada beberapa bahan pertimbangan ketika memilih salah satu dari beberapa format file tersebut, diantaranya:
-� Usahakan ukuran file seminimal mungkin
-� Selalu gunakan mode warna RGB
-� Gunakan web pallete (216 web-safe colour)

Jika Anda memilih format file GIF : simpan sedikit warna jika perlu, simpanlah sebagai interlaced .gif, buatlah latar belakang transparan berwarna.
Jika Anda memilih format file JPG : pilih kualitas yang paling kecil jika perlu, dan simpan sebagai progresive.

Konsep Dasar Membuat Website

Sebelum membuat web secara profesional, tugas penting sebagai seorang pengembang web adalah memberikan ide dan gagasan tentang point apa saja yang akan ditampilkan dalam sebuah halaman web. Dengan demikian, seorang pengembang web juga perlu berkonsultasi dengan pemilik web itu sendiri agar segala sesuatu yang menjadi tujuan pemilik web dapat terpenuhi.

Lain halnya dengan seorang pengembang web (web developer) yang diberikan kebebasan dalam membuat sebuah web. Pemiliki web umumnya mempercayakan sepenuhnya kepada pengembang web (web developer). Nah, jika demikian maka sebagai seorang pengembang web harus benar-benar membuktikan keterampilannya dalam membuat web secara profesional agar para pemiliki web tidak kecewa dengan karya yang telah dibuat.

Untuk menjadi seorang pengembang web profesional tidaklah mudah karena harus memadukan antara bahasa pemrograman web dengan nilai seni yang terdapat dalam setiap halaman web. Keduanya harus dimiliiki, jika salah satu saja maka belum bisa disebut sebagai seorang pengembang web profesional. Meskipun pintar bahasa php dalam membuat web, tapi jika tidak didukung oleh jiwa seni maka hasilnya kurang maksimal. Begitu pula sebaliknya, jika hanya pandai membuat tampilan halaman web tapi tidak didukung oleh pengetahuan tentang bahasa pemrograman web maka hal itu akan sia-sia saja.

Sebagai seorang pengembang web pemula, tidak perlu berkecil hati jika ingin menjadi seorang pengembang web profesional.� Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk terus belajar dan belajar lagi agar wawasan tentang pengembangan web terus bertambah. Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh para pengembang web pemula ketika pertama kali ingin membangun sebuah web dari awal. Agar web yang dibuat nampak profesional perlu memahami beberapa konsep dasar dalam mengolah web, mulai dari tool yang digunakan, format gambar yang sesuai, hingga pemilihan warna teks dan latar belakang sebuah halaman web.
�

SOFTWARE DESAIN GRAFIS�
Dalam merancang sebuah website, kita tidak bisa lepas dari perangkat lunak untuk mengolah gambar (image) sebagai bagian dari website.� Ada beberapa alat disain grafis yang dapat digunakan untuk membantu dalam membuat website yang cantik, diantaranya:

1. Adobe Photoshop (http://www.adobe.com/) : software ini sangat populer� dan dapat diandalkan untuk membuat dan mengedit grafik maupun gambar fotografi.�
2. Adobe Illustrator (http://www.adobe.com/) : software ini digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor dan dapat digunakan untuk membuat ilustrasi.
3. PaintShop Pro (http://www.jasc.com/) : software ini sama dengan Adobe Photoshop, sedikit lebih canggih namun tidak masih kalah populer dibandingkan Adobe Photoshop.
4. Macromedia Fireworks (http://www.adobe.com) : software ini sangat mirip dengan Adobe Photoshop, namun tool ini berbasis vektor. Software ini mengijinkan semua elemen dapat diedit kembali dan dapat berintegrasi dengan Macromedia Dreamweaver. Sebagai tambahan, oleh karena seluruh produk Macromedia diakuisisi oleh Adobe maka namanya berubah menjadi Adobe Macromedia Fireworks.
5. Macromedia Flash (http://www.adobe.com) : software ini dapat digunakan untuk membuat animasi dan berbasis vektor untuk website.

FORMAT GRAFIS
Grafik/gambar dalam sebuah website dapat memberikan efek visual yang luar biasa terhadap website tersebut, namun bisa menambah waktu koneksi akibat banyaknya gambar yang ditampilkan. Grafik dalam website dapat berupa statik, animasi, dan fotografi.
Agar koneksi ke website kita lebih cepat, perlu memahami beberapa format file yang sering digunakan pada sebuah website, diantaranya:

1. GIF :� memiliki warna 8-bit, mendukung dalam bentuk transparan, mengkompresi area warna secara solid, mereduksi jumlah warna dan menjalin untuk proses download secara cepat, juga dapat digunakan untuk membuat animasi dalam bentuk grafik (animated graphic).
2. JPG : memiliki warna 24-bit,menjaga kualitas brightness dan hue yang ditemukan dalam sebuah foto, dapat disimpan dalam format berkualits tinggi maupun rendan (high or low resolution), sebuah file jpg dapat pula digunakan versi resolusi rendah (low� resolution) dari gambar yang nampak ketika gambar sedang didownload, tidak mendukung transparansi.
3. PNG : PNG-8 mendukung warna 8 bit, mengkompres area warna yang pekat, menjaga detail ketajaman, mendukung transparansi, kompresi lebih canggih dibandingkan gif karena dapat mengkompresi sekitar 10-30% lebih kecil dari format GIF.� �

Setelah melihat perbandingan beberapa format file grafis untuk web, Anda dapat menentukan format apa yang akan digunakan sesuai kebutuhan. Pada prinsipnya, semua format file tersebut dapat dijadikan panduan dalam memilih format file yang tepat.� Ada beberapa bahan pertimbangan ketika memilih salah satu dari beberapa format file tersebut, diantaranya:
-� Usahakan ukuran file seminimal mungkin
-� Selalu gunakan mode warna RGB
-� Gunakan web pallete (216 web-safe colour)

Jika Anda memilih format file GIF : simpan sedikit warna jika perlu, simpanlah sebagai interlaced .gif, buatlah latar belakang transparan berwarna.
Jika Anda memilih format file JPG : pilih kualitas yang paling kecil jika perlu, dan simpan sebagai progresive.

Membuat Database

Database dalam pengertian Visual FoxPro 9 adalah koleksi sejumlah Tabel yang berelasi / saling terkait satu dengan lainnya, Database disini

berekstensi .DBC, pada jamannya Foxbase+ dahulu Databasenya berektensi .DBF, sedangkan pada Visual FoxPro 9, File .DBF disebut Tabel.

Sebagai gambaran jika anda telah mempelajari Microsoft Excel, pada saat pertama membuka File maka akan terbuka sebuah Workbook dan didalamnya ada
beberapa Worksheet, begitu juga dengan Visual FoxPro 9, anda membuat Database ( .DBC ) dan didalamnya terdapat Tabel (.DBF) yang dapat direlasikan satu dengan yang lain.

Database dan Tabel berbeda, karenanya jika Database diciptakan bukan berarti anda telah menciptakan Tabel, perlu diketahui bahwa File / Tabel yang
disimpan didalam .DBC adalah hanya difinisi dari Tabel tersebut, bukan Tabel itu sendiri, jadi setelah anda menciptakan Database, maka didalam Database tersebut harus diciptakan lagi Tabel yang dibutuhkan.

Microsoft Visual FoxPro 9 tidak dapat dipergunakan secara optimal tanpa adanya Database dan Tabel. antara Database dan Tabel sebenarnya lebih baik
digunakan secara bersama, akan tetapi Microsoft Visual FoxPro 9 memberikan keluwesan kepada Tabel untuk berdiri sendiri secara bebas, seperti layaknya pada Foxbase+ dahulu.

3.2 Membuat database baru.

Visual FoxPro 9.0 memberikan banyak cara untuk membuat suatu database. Pada pembahasan pembuatan database akan saya jabarkan dengan dua cara membuat database yakni :

  • Membuat database melalui project manager.

  • Membuat database melalui Jendela Command.

3.2.1 Membuat database melalui project manager.

Untuk membuat Database dari dalam project manager lakukan langkah berikut ini :

Buka project Pjpenduduk, pada Tab pilihan All, klik tanda Plus (+) pada kelompok Data, kemudian klik pada pilihan Database

Klik tombol New, dan pilih New Database pada kotak dialog New Database.

Pada kotak dialog Create isikan pada pilihan Enter Database dengan dbpenduduk.

Untuk akhiran atau type yang digunakan untuk Database adalah .DBC.

Klik button Save, dan sekarang Visual FoxPro 9 akan membuka jendela Database Designer – dbpenduduk.

Untuk sementara karena belum ada yang akan dikerjakan maka tutup dahulu jendela Database designer tersebut dengan cara menekan tombol Esc atau klik
icon Close yang ada pada pojok kanan atas jendela tersebut.

Lihatlah pada Jendela project manager – Pjpenduduk, klik tanda Plus (+) pada Database, hingga menampilkan Database dbpenduduk. Itu berarti
anda telah berhasil membuat database baru dengan nama dbpenduduk

Perhatikan gambar dibawah ini lihat pada keterangan yang berada pada kotak Description yang menerangkan keberadaan lokasi dari Database dbpenduduk
tersebut, yaitu c:\dtpenduduk\dbpenduduk.dbc

3.2.2 Membuat database melalui Jendela Command.

Format umum dari Visual FoxPro 9.0 untuk perintah membuat database adalah :

CREATE DATABASE [DatabaseName | ?]

Untuk menciptakan sebuah database lewat Jendela Command, anda hanya cukup mengetikan perintah pada Jendela Command tersebut dan diakhiri dengan
penekanan tombol Enter

Setelah itu segala perintah yang anda ketikan akan diproses dan ditampilkan hasilnya di Jendela View.

Fasilitas berupa Shortcut menu bantuan akan tampil secara otomatis jika anda mulai mengetikan suatu perintah, Microsoft Visual FoxPro 9.0 mengerti
dan memberikan bantuan akan kebutuhan perintah apa yang dapat digunakan selanjutnya.

Sebagai contoh, karena sebelumnya anda telah membuat direktori dtpenduduk melalui windows explorer, dan telah membuat satu database bernama
dbpenduduk, untuk itu disini anda akan membuat satu database baru dengan nama dbpendudukbaru.dbc, dan database tersebut akan disimpan pada direktori yang sama yakni c:\dtpenduduk

Jika program Visual FoxPro 9.0 belum dibuka, maka bukalah program tersebut. Pada Jendela Command, ketikan perintah sebagai berikut :

CD c:\dtpenduduk

Perintah [ CD / Change Directory ] diberikan untuk berpindah ke dalam direktori yang ditentukan.

Kemudian ketikan perintah :

SET DEFAULT TO c:\dtpenduduk

Perintah ini untuk menjadikan direktori tersebut menjadi Default, sehingga setiap anda melakukan pengolahan data akan selalu berada pada direktori
ini. Hal ini sama dengan anda merubahnya melalui menu Tools – Options – File Location – Default Directory.

Sekarang untuk membuat database ketikan perintah dibawah ini :

Close all

CREATE DATABASE dbpendudukbaru

Perintah Close all untuk menutup semua data yang terbuka.

Perhatikan file database dbpendudukbaru tampil pada batang toolbar standard dan berada didalam kotak combo, ini berarti bahwa database
dbpenduduk sedang dibuka.

Visual FoxPro 9.0 mengijinkan anda untuk membuat dan membuka database lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan.

Sebagai contoh, coba anda buat lagi satu database dengan nama test. Ketikan perintah berikut ini:

CREATE DATABASE dbtest

Jika kotak combo yang ada didalam toolbar standart dibuka, maka akan tampak ada 2 database yang sedang terbuka yakni database dbpendudukbaru dan
test.

Jika tadi anda sedang membuka project manager dan didalam project tersebut terdapat satu database dbpenduduk, maka pada tampilan diatas akan tampil
3 buah database, dimana 1 database didalam project dan ada 2 database bebas tidak berada didalam project.

3.3 Memasukan database ke dalam project.

Pada pembahasan diatas sudah ada 3 buah database yang berhasil anda buat, yakni:

Pertama : Database dbpenduduk yang dibuat dari didalam project manager dan berada didalam sebuah project pjpenduduk.

Kedua : ada 2 database yang dibuat melalui Jendela Command yakni database dbpendudukbaru dan database test

Database yang dibuat melalui Jendela Command, masih dalam kondisi bebas, artinya belum dimasukan kedalam sebuah project.

anda dapat mengolah database secara bebas tanpa dikoordinir kedalam suatu project atau anda juga boleh memasukan database bebas tadi kedalam suatu
project.

Sepertinya hanya ada satu cara untuk memasukan database kedalam project yakni melalui project manager.

Untuk memasukan kembali Database bebas yakni database dbpendudukbaru dan database test ke dalam project pjpenduduk adalah dengan cara :

Buka project pjpenduduk.pjx, perhatikan hanya ada 1 database yang ada didalamnya yakni dbpenduduk, sekarang masukan satu per satu database bebas
yang kedalam project yang sedang terbuka, atau kedua databse tersebut secara bersamaan.

Pada project manager klik tab All, klik Data, pilih Database.

Klik tombol Add, hinga terbuka kotak dialog Select database name:

Pilih database dbpendudukbaru, dan database test kemudian klik tombol OK

Sekarang anda sudah berhasil memasukan database dbpendudukbaru dan databse test kedalam project.

3.3.1 Mengeluarkan database.

Ada 2 cara mengeluarkan database

Mengeluarkan database melalui project manager

mengeluarkan database melalui Jendela Command

3.3.2 Mengeluarkan database melaui project manager.

Database yang ada didalam project dapat dikeluarkan hanya untuk dipisahkan dari project atau untuk dihapus secara permanen dari project

Pada posisi project Pjpenduduk terbuka atau aktif

Klik pada database dbpendudukbaru, kemudian klik tombol Remove yang ada pada jendela project manager, kemudian pilih :

3.3.2.1 Remove.

Jika anda hanya akan mengeluarkan Database dari dalam project aktif.

3.3.2.2 Delete.

Jika anda akan menghapus Database dari dalam project aktif.

3.3.2.3 Cancel.

Jika anda tidak jadi melakukan tindakan.

Klik tombol Remove, perhatikan bahwa Database dbpendudukbaru telah dikeluarkan dari dalam project Pjpenduduk.

Lakukan juga pada database test hingga tinggal satu database yang ada didalam project Pjpenduduk.

3.3.2.4 Mengeluarkan database melalui Jendela Command.

Format umum dari Visual FoxPro 9.0 untuk perintah menghapus database adalah :

DELETE DATABASE DatabaseName | ? [DELETETABLES] [RECYCLE]

Untuk menghapus database dbtest, ketikan perintah :

CLOSE DATABASES all

DELETE DATABASE dbtest

Klik tombol Yes untuk menghapus database dbtest.dbc

Note :

Suatu database dapat dihapus jika database tersebut tidak sedang dalam keadaan terbuka atau aktif.

3.4 Membuka database.

Membuka database dapat dilakukan dengan cara :

Membuka database dari dalam project manager

Membuka database dari Jendela Command

3.4.1 Membuka database dari dalam project manager.

Untuk membuka database yang ada didalam suatu project, anda tinggal klik database yang akan dibuka kemudian klik tombol Open.

3.4.2 Membuka database dari Jendela Command.

Satu atau beberapa database dapat dibuka secara bersama-sama didalam program Visual FoxPro 9.0.

Format umum dari Visual FoxPro 9.0 untuk perintah membuka database adalah :

OPEN DATABASE [FileName | ?] [EXCLUSIVE | SHARED] [NOUPDATE] [VALIDATE]

3.4.2.1 Membuka satu database.

Untuk membuka hanya satu database, ketikan perintah :

OPEN DATABASE c:\dtpenduduk\dbpenduduk.DBC

3.4.2.2 Membuka lebih dari satu database.

Untuk membuka lebih dari satu database, ketikan perintah :

OPEN DATABASE c:\dtpenduduk\dbpenduduk.DBC

OPEN DATABASE c:\dtpenduduk\test.DBC

Jika anda membuka beberapa database dalam satu waktu, maka Visual FoxPro 9.0 akan menempatkan posisi database yang terakhir yang aktif yakni :

DATABASE c:\dtpenduduk\test.DBC

3.5 Menutup database..

Menutup database dapat dilakukan dengan cara :

Menutup database dari dalam project manager

Menutup database dari Jendela Command

3.5.1 Menutup database dari dalam project manager.

Menutup database didalam suatu project, tinggal klik database yang akan tutup kemudian klik tombol Close.

3.5.2 Menutup database dari Jendela Command.

Format umum dari Visual FoxPro 9.0 untuk perintah menutup database adalah :

CLOSE [ALL | ALTERNATE | DATABASES [ALL] | DEBUGGER | FORMAT | INDEXES | PROCEDURE | TABLES [ALL]]

Ada beberapa cara untuk menutup suatu database, yakni:

3.5.2.1 Menutup database aktif.

Untuk menutup database yang sedang terbuka, ketikan perintah :

CLOSE DATABASES

3.5.2.2 Menutup semua database yang terbuka.

Untuk menutup semua database yang sedang terbuka, ketikan perintah :

CLOSE DATABASES all

3.6 Mengaktifkan database.

Ada 2 cara untuk mengaktifkan database yakni dengan cara :

Mengaktifkan database melalui toolbar standard

Mengaktifkan database melalui Jendela Command

3.6.1 Mengaktifkan database melalui toolbar standard.

Pada toolbar standard, dari dalam kotak combo yang berisi daftar database yang sedang dibuka pilih database yang akan diaktifkan.

3.6.2 Mengaktifkan database melalui Jendela Command.

Format umum dari Visual FoxPro 9.0 untuk perintah mengaktifkan suatu database adalah :

SET DATABASE TO DatabaseName

Jika ada lebih dari satu database yang terbuka, maka untuk mengaktifkan database yang diinginkan, ketikan perintah :

OPEN DATABASE c:\dtpenduduk\dbpenduduk.DBC

OPEN DATABASE c:\dtpenduduk\test.DBC

SET DATABASE TO DBPENDUDUK

Sekarang database c:\dtpenduduk\dbpenduduk.DBC dalam posisi aktif.

3.7 Informasi suatu database.

Format umum dari Visual FoxPro 9.0 untuk perintah melihat informasi dari suatu database adalah :

DISPLAY DATABASE [TO PRINTER [PROMPT] | TO FILE FileName [ADDITIVE]] [NOCONSOLE]

Untuk melihat informasi keseluruhan dari database aktif, ketikan perintah :

DISPLAY DATABASE

3.8 Mencetak informasi database aktif ke printer.

Hasil dari informasi suatau database dapat langsung dicetak dengan printer jika anda tambahkan kata to printer didalam kalimat perintah
tersebut.

Membuat Database

Database dalam pengertian Visual FoxPro 9 adalah koleksi sejumlah Tabel yang berelasi / saling terkait satu dengan lainnya, Database disini

berekstensi .DBC, pada jamannya Foxbase+ dahulu Databasenya berektensi .DBF, sedangkan pada Visual FoxPro 9, File .DBF disebut Tabel.

Sebagai gambaran jika anda telah mempelajari Microsoft Excel, pada saat pertama membuka File maka akan terbuka sebuah Workbook dan didalamnya ada
beberapa Worksheet, begitu juga dengan Visual FoxPro 9, anda membuat Database ( .DBC ) dan didalamnya terdapat Tabel (.DBF) yang dapat direlasikan satu dengan yang lain.

Database dan Tabel berbeda, karenanya jika Database diciptakan bukan berarti anda telah menciptakan Tabel, perlu diketahui bahwa File / Tabel yang
disimpan didalam .DBC adalah hanya difinisi dari Tabel tersebut, bukan Tabel itu sendiri, jadi setelah anda menciptakan Database, maka didalam Database tersebut harus diciptakan lagi Tabel yang dibutuhkan.

Microsoft Visual FoxPro 9 tidak dapat dipergunakan secara optimal tanpa adanya Database dan Tabel. antara Database dan Tabel sebenarnya lebih baik
digunakan secara bersama, akan tetapi Microsoft Visual FoxPro 9 memberikan keluwesan kepada Tabel untuk berdiri sendiri secara bebas, seperti layaknya pada Foxbase+ dahulu.

3.2 Membuat database baru.

Visual FoxPro 9.0 memberikan banyak cara untuk membuat suatu database. Pada pembahasan pembuatan database akan saya jabarkan dengan dua cara membuat database yakni :

  • Membuat database melalui project manager.

  • Membuat database melalui Jendela Command.

3.2.1 Membuat database melalui project manager.

Untuk membuat Database dari dalam project manager lakukan langkah berikut ini :

Buka project Pjpenduduk, pada Tab pilihan All, klik tanda Plus (+) pada kelompok Data, kemudian klik pada pilihan Database

Klik tombol New, dan pilih New Database pada kotak dialog New Database.

Pada kotak dialog Create isikan pada pilihan Enter Database dengan dbpenduduk.

Untuk akhiran atau type yang digunakan untuk Database adalah .DBC.

Klik button Save, dan sekarang Visual FoxPro 9 akan membuka jendela Database Designer – dbpenduduk.

Untuk sementara karena belum ada yang akan dikerjakan maka tutup dahulu jendela Database designer tersebut dengan cara menekan tombol Esc atau klik
icon Close yang ada pada pojok kanan atas jendela tersebut.

Lihatlah pada Jendela project manager – Pjpenduduk, klik tanda Plus (+) pada Database, hingga menampilkan Database dbpenduduk. Itu berarti
anda telah berhasil membuat database baru dengan nama dbpenduduk

Perhatikan gambar dibawah ini lihat pada keterangan yang berada pada kotak Description yang menerangkan keberadaan lokasi dari Database dbpenduduk
tersebut, yaitu c:\dtpenduduk\dbpenduduk.dbc

3.2.2 Membuat database melalui Jendela Command.

Format umum dari Visual FoxPro 9.0 untuk perintah membuat database adalah :

CREATE DATABASE [DatabaseName | ?]

Untuk menciptakan sebuah database lewat Jendela Command, anda hanya cukup mengetikan perintah pada Jendela Command tersebut dan diakhiri dengan
penekanan tombol Enter

Setelah itu segala perintah yang anda ketikan akan diproses dan ditampilkan hasilnya di Jendela View.

Fasilitas berupa Shortcut menu bantuan akan tampil secara otomatis jika anda mulai mengetikan suatu perintah, Microsoft Visual FoxPro 9.0 mengerti
dan memberikan bantuan akan kebutuhan perintah apa yang dapat digunakan selanjutnya.

Sebagai contoh, karena sebelumnya anda telah membuat direktori dtpenduduk melalui windows explorer, dan telah membuat satu database bernama
dbpenduduk, untuk itu disini anda akan membuat satu database baru dengan nama dbpendudukbaru.dbc, dan database tersebut akan disimpan pada direktori yang sama yakni c:\dtpenduduk

Jika program Visual FoxPro 9.0 belum dibuka, maka bukalah program tersebut. Pada Jendela Command, ketikan perintah sebagai berikut :

CD c:\dtpenduduk

Perintah [ CD / Change Directory ] diberikan untuk berpindah ke dalam direktori yang ditentukan.

Kemudian ketikan perintah :

SET DEFAULT TO c:\dtpenduduk

Perintah ini untuk menjadikan direktori tersebut menjadi Default, sehingga setiap anda melakukan pengolahan data akan selalu berada pada direktori
ini. Hal ini sama dengan anda merubahnya melalui menu Tools – Options – File Location – Default Directory.

Sekarang untuk membuat database ketikan perintah dibawah ini :

Close all

CREATE DATABASE dbpendudukbaru

Perintah Close all untuk menutup semua data yang terbuka.

Perhatikan file database dbpendudukbaru tampil pada batang toolbar standard dan berada didalam kotak combo, ini berarti bahwa database
dbpenduduk sedang dibuka.

Visual FoxPro 9.0 mengijinkan anda untuk membuat dan membuka database lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan.

Sebagai contoh, coba anda buat lagi satu database dengan nama test. Ketikan perintah berikut ini:

CREATE DATABASE dbtest

Jika kotak combo yang ada didalam toolbar standart dibuka, maka akan tampak ada 2 database yang sedang terbuka yakni database dbpendudukbaru dan
test.

Jika tadi anda sedang membuka project manager dan didalam project tersebut terdapat satu database dbpenduduk, maka pada tampilan diatas akan tampil
3 buah database, dimana 1 database didalam project dan ada 2 database bebas tidak berada didalam project.

3.3 Memasukan database ke dalam project.

Pada pembahasan diatas sudah ada 3 buah database yang berhasil anda buat, yakni:

Pertama : Database dbpenduduk yang dibuat dari didalam project manager dan berada didalam sebuah project pjpenduduk.

Kedua : ada 2 database yang dibuat melalui Jendela Command yakni database dbpendudukbaru dan database test

Database yang dibuat melalui Jendela Command, masih dalam kondisi bebas, artinya belum dimasukan kedalam sebuah project.

anda dapat mengolah database secara bebas tanpa dikoordinir kedalam suatu project atau anda juga boleh memasukan database bebas tadi kedalam suatu
project.

Sepertinya hanya ada satu cara untuk memasukan database kedalam project yakni melalui project manager.

Untuk memasukan kembali Database bebas yakni database dbpendudukbaru dan database test ke dalam project pjpenduduk adalah dengan cara :

Buka project pjpenduduk.pjx, perhatikan hanya ada 1 database yang ada didalamnya yakni dbpenduduk, sekarang masukan satu per satu database bebas
yang kedalam project yang sedang terbuka, atau kedua databse tersebut secara bersamaan.

Pada project manager klik tab All, klik Data, pilih Database.

Klik tombol Add, hinga terbuka kotak dialog Select database name:

Pilih database dbpendudukbaru, dan database test kemudian klik tombol OK

Sekarang anda sudah berhasil memasukan database dbpendudukbaru dan databse test kedalam project.

3.3.1 Mengeluarkan database.

Ada 2 cara mengeluarkan database

Mengeluarkan database melalui project manager

mengeluarkan database melalui Jendela Command

3.3.2 Mengeluarkan database melaui project manager.

Database yang ada didalam project dapat dikeluarkan hanya untuk dipisahkan dari project atau untuk dihapus secara permanen dari project

Pada posisi project Pjpenduduk terbuka atau aktif

Klik pada database dbpendudukbaru, kemudian klik tombol Remove yang ada pada jendela project manager, kemudian pilih :

3.3.2.1 Remove.

Jika anda hanya akan mengeluarkan Database dari dalam project aktif.

3.3.2.2 Delete.

Jika anda akan menghapus Database dari dalam project aktif.

3.3.2.3 Cancel.

Jika anda tidak jadi melakukan tindakan.

Klik tombol Remove, perhatikan bahwa Database dbpendudukbaru telah dikeluarkan dari dalam project Pjpenduduk.

Lakukan juga pada database test hingga tinggal satu database yang ada didalam project Pjpenduduk.

3.3.2.4 Mengeluarkan database melalui Jendela Command.

Format umum dari Visual FoxPro 9.0 untuk perintah menghapus database adalah :

DELETE DATABASE DatabaseName | ? [DELETETABLES] [RECYCLE]

Untuk menghapus database dbtest, ketikan perintah :

CLOSE DATABASES all

DELETE DATABASE dbtest

Klik tombol Yes untuk menghapus database dbtest.dbc

Note :

Suatu database dapat dihapus jika database tersebut tidak sedang dalam keadaan terbuka atau aktif.

3.4 Membuka database.

Membuka database dapat dilakukan dengan cara :

Membuka database dari dalam project manager

Membuka database dari Jendela Command

3.4.1 Membuka database dari dalam project manager.

Untuk membuka database yang ada didalam suatu project, anda tinggal klik database yang akan dibuka kemudian klik tombol Open.

3.4.2 Membuka database dari Jendela Command.

Satu atau beberapa database dapat dibuka secara bersama-sama didalam program Visual FoxPro 9.0.

Format umum dari Visual FoxPro 9.0 untuk perintah membuka database adalah :

OPEN DATABASE [FileName | ?] [EXCLUSIVE | SHARED] [NOUPDATE] [VALIDATE]

3.4.2.1 Membuka satu database.

Untuk membuka hanya satu database, ketikan perintah :

OPEN DATABASE c:\dtpenduduk\dbpenduduk.DBC

3.4.2.2 Membuka lebih dari satu database.

Untuk membuka lebih dari satu database, ketikan perintah :

OPEN DATABASE c:\dtpenduduk\dbpenduduk.DBC

OPEN DATABASE c:\dtpenduduk\test.DBC

Jika anda membuka beberapa database dalam satu waktu, maka Visual FoxPro 9.0 akan menempatkan posisi database yang terakhir yang aktif yakni :

DATABASE c:\dtpenduduk\test.DBC

3.5 Menutup database..

Menutup database dapat dilakukan dengan cara :

Menutup database dari dalam project manager

Menutup database dari Jendela Command

3.5.1 Menutup database dari dalam project manager.

Menutup database didalam suatu project, tinggal klik database yang akan tutup kemudian klik tombol Close.

3.5.2 Menutup database dari Jendela Command.

Format umum dari Visual FoxPro 9.0 untuk perintah menutup database adalah :

CLOSE [ALL | ALTERNATE | DATABASES [ALL] | DEBUGGER | FORMAT | INDEXES | PROCEDURE | TABLES [ALL]]

Ada beberapa cara untuk menutup suatu database, yakni:

3.5.2.1 Menutup database aktif.

Untuk menutup database yang sedang terbuka, ketikan perintah :

CLOSE DATABASES

3.5.2.2 Menutup semua database yang terbuka.

Untuk menutup semua database yang sedang terbuka, ketikan perintah :

CLOSE DATABASES all

3.6 Mengaktifkan database.

Ada 2 cara untuk mengaktifkan database yakni dengan cara :

Mengaktifkan database melalui toolbar standard

Mengaktifkan database melalui Jendela Command

3.6.1 Mengaktifkan database melalui toolbar standard.

Pada toolbar standard, dari dalam kotak combo yang berisi daftar database yang sedang dibuka pilih database yang akan diaktifkan.

3.6.2 Mengaktifkan database melalui Jendela Command.

Format umum dari Visual FoxPro 9.0 untuk perintah mengaktifkan suatu database adalah :

SET DATABASE TO DatabaseName

Jika ada lebih dari satu database yang terbuka, maka untuk mengaktifkan database yang diinginkan, ketikan perintah :

OPEN DATABASE c:\dtpenduduk\dbpenduduk.DBC

OPEN DATABASE c:\dtpenduduk\test.DBC

SET DATABASE TO DBPENDUDUK

Sekarang database c:\dtpenduduk\dbpenduduk.DBC dalam posisi aktif.

3.7 Informasi suatu database.

Format umum dari Visual FoxPro 9.0 untuk perintah melihat informasi dari suatu database adalah :

DISPLAY DATABASE [TO PRINTER [PROMPT] | TO FILE FileName [ADDITIVE]] [NOCONSOLE]

Untuk melihat informasi keseluruhan dari database aktif, ketikan perintah :

DISPLAY DATABASE

3.8 Mencetak informasi database aktif ke printer.

Hasil dari informasi suatau database dapat langsung dicetak dengan printer jika anda tambahkan kata to printer didalam kalimat perintah
tersebut.